News

Pengamat 'Ramal' Strategi Ini yang Digunakan Prabowo di Pilpres 2024

Ujang mengatakan kemungkinan Prabowo akan menggalang dukungan dari kalangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).


Pengamat 'Ramal' Strategi Ini yang Digunakan Prabowo di Pilpres 2024
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPW) Ujang Komarudin mengaku sejak 2020 sudah memprediksi Prabowo Subianto akan kembali diusung Partai Gerindra di kontestasi pemilihan presiden (Pilpres).

Selain itu, Ujang meramal strategi yang akan digunakan Prabowo saat bertarung di Pilpres 2024. Kata dia, kemungkinan Prabowo akan menggalang dukungan dari kalangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), dua organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Ujang mengatakan, Prabowo tidak mungkin merapat ke barisan 212. Sebab, barisan 212 dua sudah kecewa dengan manuver Prabowo yang memutuskan berkoalisi dengan kepemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Barisan 212 mungkin sulit menerima Prabowo kembali. Mungkin Prabowo akan incar basis masa Islam dari kalangan NU dan Muhammadiyah,” kata Ujang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Ujang juga memprediksi Prabowo bakal memilih wakil presiden yang bisa meningkatkan elektabilitasnya. Menurut Ujang, wakil yang dapat dijadikan opsi untuk mendampingi Prabowo salah satunya dari kalangan perempuan.

“Kelihatannya Prabowo akan ambil yang bisa menambah elektabilitasnya, bisa dari kalangan perempuan, seperti Puan, Khofifah. Atau juga tokoh-tokoh lain yang sesuai selera Prabowo,” tutur Ujang.

Menurut Ujang, pencalonan Prabowo sebagai capres untuk pemilu 2024 tidak akan banyak menemui kendala internal. Pasalnya Prabowo hingga saat ini masih menduduki jabatan strategis sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Hal tersebut akan memudahkan langkahnya untuk mencalonkan diri sebagai capres karena tidak akan ada kader Partai Gerindra yang berani menolaknya.

“Dinamika di internal Gerindra tak akan ada gejolak. Karena tak akan ada kader Gerindra yang berani menolak pencapresan Prabowo. Jadi akan mulus-mulus saja di internal Gerindra,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kabar pencapresan Prabowo telah dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ia mengatakan bahwa Prabowo akan kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilu tahun 2024 karena permintaan masyarakat yang masif.

"Saya katakan, 2024 Pak Prabowo insya Allah akan maju dalam laga pilpres. Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua, besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu (10/10).[]