News

Pengamat Ramal Airlangga Tak Serasi Duet dengan Cak Imin, Kalau Ganjar atau Anies?

Peluang Ketum Golkar Airlangga Hartarto (AH) berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Pilpres 2024 dinilai tidak akan terjadi.


Pengamat Ramal Airlangga Tak Serasi Duet dengan Cak Imin, Kalau Ganjar atau Anies?
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (12/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Peluang Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto (AH) berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 dinilai tidak akan terjadi. Pasalnya, kedua belah pihak tidak terdapat kecocokan.

"Pertama, Cak Imin enggak mau gabung KIB. Kedua, elektabilitas AH dan Cak Imin sama-sama tak signifikan," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno saat dihubungi AKURAT.CO, Kamis (26/5/2022).

Adi menyebutkan, akan menjadi sulit jika PKB memberikan syarat pengusungan Capres, tetapi belum bergabung dengan KIB. Sebab, menurutnya, dalam politik itu tak bagus ada perasaan superior.

baca juga:

"Belum apa-apa Cak Imin sudah minta Capres sebagai syarat gabung KIB. Itu artinya, Cak Imin merasa lebih besar dari KIB dan Airlangga," ucapnya.

Adi berpandangan, Airlangga cocok dipasangkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maupun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Cocok dengan siapapun. Terutama dengan yang dapat tiket. Percuma kalau calon pasangannya tak dapat tiket maju," sambungnya.

"Tergantung elektabilitas di akhir. Pemilu masih dua tahun lagi. Kalau masih rendah (elektabilitasnya), cocok Cawapres. Kalau naik cocok Capres. Enggak bisa hitam putih dari sekarang. Masih serba mungkin (berunah)," pungkasnya.

Seperti diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid berkeyakinan partainya akan bisa memimpin poros baru di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB partai tengah. Artinya masih ada partai tengah lain misalkan NasDem," kata Jazilul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5/2022). []