News

Pengamat: Presiden Jokowi Tipikal Pemimpin Negara Tak Alergi Reshuffle

Burhanuddin Muhtadi menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah tipikal pemimpin negara yang tidak alergi terhadap perombakan kabinet atau reshuffle.


Pengamat: Presiden Jokowi Tipikal Pemimpin Negara Tak Alergi Reshuffle
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Penandatanganan Kerja Sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). (AKURAT.CO/BPMI-Setpres/Muchlis Jr)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah tipikal pemimpin negara yang tidak alergi terhadap perombakan kabinet atau reshuffle.

Menurut Burhanuddin, hal tersebut bisa dilihat dari rekam jejak kerja sang presiden selama ini, dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya.

"Jadi Pak Presiden Jokowi figur presiden yang tidak alergi dengan reshuffle. Kalau kita lihat rekam jejak Pak Jokowi dalam melakukan reshuffle itu relatif lebih sering," ungkap Burhanuddin dalam diskusi daring, Sabtu (24/4/2021).

Saat itu, kata Burhanuddin, Jokowi bahkan me-reshuffle menteri yang sebenarnya baru masuk ke dalam jajaran kementerian.

"Misalnya Rizal Ramli waktu itu masuk sebagai menteri baru, tapi belum selesai tugasnya di-reshuffle lagi. Jadi itu rekam jejak Pak Jokowi dari sisi reshuffle," singgungnya.

Selain itu, Burhanuddin mengungkapkan, memang ada krisis yang membuat presiden harus kembali melaksanakan reshuffle.

Dia menilai ada kesan kuat proses trial and error yang terjadi dari contoh kasus penggabungan Kemenristek ke Kemendikbud. Sebab jika menilik Nawacita, lanjut Burhanuddin, seharusnya hal itu dipisahkan. Namun karena ada aturan jumlah kementerian maksimal 34.

"Saya melihat ada trial and error dan itu sangat dipengaruhi oleh perkembangan terbaru yaitu Covid-19," tandasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menyinggung soal rencana reshuffle kabinet Indonesia Maju.

"Terkait dengan reshuffle sebenarnya hanya Presiden Jokowi dan Allah SWT yang tahu. Minggu ini, hari Selasa 20 April saya bertemu dengan Presiden. Sama sekali tidak ada pembicaraan tentang reshuffle," ujar Fadjroel dalam diskusi daring, Sabtu (24/4/2021).[]