News

Pengamat Politik Sebut Seruan Aksi 'Jokowi End Game' Dua Kemungkinan, Ditunggangi?

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai seruan aksi 'Jokowi End Game' bisa saja terjadi karena kekecewaan masyarakat, bisa pula sebuah bentuk peringatan.


Pengamat Politik Sebut Seruan Aksi 'Jokowi End Game' Dua Kemungkinan, Ditunggangi?
Pengamat politik Ujang Komarudin saat berbincang bersama awak redaksi AKURAT.CO di kawasan Patal Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018). (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai ada dua kemungkinan dalam seruan aksi 'Jokowi End Game' yang belum lama ini viral di media sosial.

Dia mengatakan, seruan tersebut bisa saja terjadi karena rasa kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. Tetapi bisa pula ditunggangi.

"Itu bisa saja kehendak rakyat yang kecewa. Bisa ditunggangi, bisa juga tidak. Yang pasti saat ini rakyat sedang lapar dan susah," ungkap Ujang saat dihubungi AKURAT.CO di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Ujang pun meminta para pejabat pemerintahan maupun oposisi untuk tidak memancing kemarahan rakyat dengan berbagai pernyataan ataupun guyonan. Sebab, kata Ujang, seruan tersebut bisa jadi sebuah peringatan.

Apabila pemerintah dianggap gagal dalam mengelola negara dan gagal juga dalam menangani Covid-19 maka masyarakat bisa marah dan turun ke jalan. "Jadi pemerintah mesti kerja yang benar," tandasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah mengetahui ada sebagian masyarakat yang menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang.

Dalam pernyataannya itu, Mahfud menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hal yang wajar. Penolakan terhadap langkah yang ditempuh pemerintah dalam upaya melawan Covid-19 juga terjadi di negara-negara lain.

"Berkaitan dengan segala upaya yang dilakukan pemerintah memang kemudian muncul seruan di media sosial yang digalang oleh kelompok-kelompok tertentu untuk melakukan aksi-aksi terkait kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19. Saya katakan itu dimana-mana terjadi, dan di Indonesia terjadi juga," kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (24/7/2021).

Seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' itu sedianya akan dilakukan pada Sabtu (24/7/2021). Namun, aksi yang rencananya diisi dengan long march dari Glodok sampai Istana Negara itu tak terjadi.[]