News

Pengamat: Otsus Jalan Perubahan untuk Papua


Pengamat: Otsus Jalan Perubahan untuk Papua
Hagar Kegiye (12 tahun) mengerjakan tugas sekolah di kios layanan internet, Kota Jayapura, Papua, Minggu (9/8/2020). (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)

AKURAT.CO Penerapan Otonomi Khusus (Otsus) oleh pemerintah Indonesia di tanah Papua dinilai merupakan jalan terbaik untuk membangun Papua baik fisik maupun sumber daya manusianya.

Otsus merupakan win-win solution sekaligus jalan menuju perubahan untuk Papua lebih baik. Pakar Politik Lulusan Walden University Amerika Serikat Boni menilai keberadaan Otsus harus tetap didukung.

"Otsus ini sangat sentral untuk kepentingan pembangunan masyarakat Papua. Ini bukti komitmen pemerintah yang konsisten dan tulus dalam memerdekakan rakyat Papua dari kemiskinan dan keterbelakangan," tutur Pakar Politik Lulusan Walden University Amerika Serikat Boni Hargens dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (7/11/2020).

Namun, Boni memberikan catatan agar pengelolaan Otsus dan anggaran di Papua harus transparan dan perlu penegakan hukum yang tegas. Pasalnya, korupsi atau penyalahgunaan uang negara menjadi salah satu penyebab serius dalam reproduksi kemiskinan di tanah Papua.

"Hanya ada satu hal yang menjadi catatan penting dari saya, penegakan hukum harus jalan dengan tegas di Papua karena korupsi masih menjadi penyebab serius dalam reproduksi kemiskinan di sana. Pemerintah daerah mesti benar-benar menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Tanpa memerangi korupsi, Papua akan terus miskin karena elite daerah yang rakus," tegas Boni.

Senada dengan Boni, Sekjen Dewan Papua Thaha Alhamid menegaskan bahwa Otsus tidak perlu ditolak karena keberadaan Otsus telah dan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

Apalagi, Otsus mengerjakan empat hal yang meliputi, pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan infrastruktur.

”Otsus ini harus kita terima karena ini adalah jalan untuk sebuah perubahan ke depan, terutama untuk generasi muda. Ini adalah solusi politik bagi masyarakat Papua," ujar Thaha.

Menurut Thaha, Otsus tidak bermasalah sama sekali. Yang bermasalah adalah pelaksanaan dan pengelolaan Otsus. Karena itu, kata dia, yang perlu dilakukan ke depannya adalah memperbaiki pengelolaan Otsus agar lebih mensejahterakan rakyat Papua lagi.