News

Pengamat: Kalau Memkumham Akui Hasil KLB, Maka Lonceng Kematian Demokrat Makin Kencang

Pengamat: Kalau Memkumham Akui Hasil KLB, Maka Lonceng Kematian Demokrat Makin Kencang
Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Sibolangit (YOUTUBE)

AKURAT.CO, Pengamat Politik Saiful Mujani mengatakan setelah KSP Moeldoko ditetapkan jadi ketua partai Demokrat lewat KLB maka selanjutnya tergantung negara.

"Lewat menkumham dari PDIP, Yasona, mengakui hasil KLB itu atau tidak. Kalau mengakui, dan membatalkan kepengurusan PD AHY, lonceng kematian PD makin kencang," kata @saiful_mujani di akun Twitter yang dikutip AKURAT.CO pada Minggu (7/3/2021).

Menurutnya, nantinya Demokrat dalam kepengurusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dapat menggugat ke pengadilan, dan ini biasanya hanya bisa selesai di Mahkamah Agung.
"Berarti itu bisa makan waktu lama, bisa sampai melewati deadline daftar pemilu 2024. katakanlah Demokrat KSP Moeldoko yang bisa ikut pemilu. Lalu bagaimana peluangnya?" katanya.

baca juga:

Saiful Mujani meyakini Demokrat bisa besar dan bahkan terbesar pada 2009 tanpa SBY. kata dia, suka ataupun tidak itu adalah fakta.

"Moeldoko bisa gantikan itu? seperti mantan jendral-jendral lainnya mimpin partai, KSP ini tak lebih dari Sutiyoso, Hendro, Edi Sudrajat, yang gagal membesarkan partai," ujarnya.

Maka akibatnya, 2024 Demokrat bisa menjadi seperti Hanura sekarang, yang hilang di parlemen setelah Wiranto tak lagi mimpin partai itu.

"Hasil akhir dari manuver KSP Moeldoko ini adalah membunuh PD. Demokrat mati di tangan seorang pejabat negara. backsliding demokrasi Indonesia makin dalam, dan ini terjadi di bawah Jokowi yang ironisnya ia justeru jadi presiden karena demokrasi," paparnya.

Selain itu, kata dia, pelemahan demokrasi ini bisa dihentikan dengan mencegah negara ikut campur internal partai sebagai pilar utama demokrasi.

"Presiden punya wewenang lebih dari cukup untuk menghentikan kemerosotan demokrasi ini. Tapi ini sebagian tergantung pada komitmen presiden untuk demokrasi."

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu