News

Pengamat: Kalau Mahfud MD Dicopot, Oposisi Bakal Makin Kuat

Mahfud merupakan sosok yang mewakili KAHMI dan NU dan seharusnya dipertimbangkan sebelum Jokowi mencopotnya.


Pengamat: Kalau Mahfud MD Dicopot, Oposisi Bakal Makin Kuat
Menkopolhukam Mahfud MD saat konferensi pers usai acara Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Hotel Melia Purosani, Kota Yogyakarta, Senin (14/12/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat. Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi memprediksi Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan menggantikan posisi Mahfud MD sebagai Menko Polhukam.

"Bisa saja Hadi Tjahjono gantikan Mahfud MD," ujar Muslim Arbi  di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Namun, menurutnya, Mahfud merupakan sosok yang mewakili KAHMI dan NU dan seharusnya dipertimbangkan sebelum Jokowi mencopotnya.

"Karena kalau Mahfud dicopot membuat oposisi makin kuat. Tentunya Mahfud banyak tahu soal-soal di Istana," terangnya.

Diketahui sebelumnya, pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad layak mengisi posisi Mahfud MD.

"Pantas (Sufmi Dasco Ahmad) menjadi Menko Polhukam karena pengalaman politik dan hukumnya," kata Jerry.

Namun, Jerry menegaskan hak preogratif memilih nama untuk menjadi menteri berada di tangan Presiden Jokowi.

Selain itu, kriteria menjadi menteri juga harus dilihat seperti integritas, komitmen, berkarakter, dan juga tegas.

"Tentu saja siapa pun nama yang disodorkan yang menentukan Presiden Jokowi. Usul saya, sebelum memilih menteri sebaiknya dilakukan jajak pendapat atau sayembara kepada masyarakat untuk memilih calon menteri," pungkasnya.[]

Lihat Sumber Artikel di Populis Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Populis. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Populis.