Ekonomi

Pengamat Ini Sebut Berinvestasi di GoTo Risiko 'Gambling', Kenapa?

potensi pergerakan harga saham GOTO yang tidak seiringan dengan kinerja perusahaan


Pengamat Ini Sebut Berinvestasi di GoTo Risiko 'Gambling', Kenapa?
Managing Director Center of Economics Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan (youtube.com/narasiinstitute)

AKURAT.CO, Pengamat serta analis menilai bahwa berinvestasi di PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memiliki resiko, hal ini dikarenakan adanya keganjalan dari paparan manajemen serta dalam prospektus awal penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Managing Director Center of Economics Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengungkapkan bila harus mencermati dalam prospektus tertulis bahwa perusahaan tidak dapat memberikan jaminan bahwa Perusahaan akan dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan dan mencapai profitabilitas.

"Semacam gambling (judi) karena manajemen tidak bisa memperkirakan (kinerja GoTo), ini sangat risiko sekali bagi publik yang mau investasi," papar Anthony diskusi secara daring yang diadakan oleh Narasi Institute, Jumat (27/5/2022).

baca juga:

Dari pernyataan tersebut, Anthony Budiawan  mencermati potensi pergerakan harga saham GoTo yang tidak seiringan dengan kinerja perusahaan. Hal yang kemungkinan saham GoTo naik adanya price fixing.

Anthony juga mencermati pertanyaan dalam prospektus yang berbunyi bahwa perseroan telah mencatatkan rugi sejak didirikan dan perusahaan mungkin tidak dapat mencapai profitabilitas.

Menurut Anthony, kinerja tersebut akan mempengaruhi pada kebijakan pembagian dividen. Adapun pembagian dividen ini akan dipengaruhi dari laba ditahan milik perseroan. Sehingga besar kemungkinan, investor akan sulit mendapatkan keuntungan lewat dividen.

"Pemegang saham mungkin perlu mengandalkan penjualan saham yang dimiliki setelah apresiasi harga, yang mungkin tidak akan pernah terjadi, sebagai satu-satunya cara untuk merealisasikan keuntungan masa depan atas investasi mereka," tulis prospektus GoTo.

Berdasarkan data, GoTo membukukan rugi bersih sebesar Rp11,75 miliar pada 2018, Rp24,08 miliar di 2019, dan Rp16,73 miliar di 2020. Kemudian, perseroan juga membukukan rugi sebesar Rp8,16 miliar per 31 Juli 2021. Alhasil, GoTo mencatatkan akumulasi rugi bersih sebesar Rp 20,43 miliar per 31 Desember 2018, Rp43,19 miliar di akhir Desember 2019, Rp57,74 di 2020 dan Rp65,2 miliar pada 31 Juli 2021.

Sekadar informasi, pada bulan Mei 2021, publik dan dunia usaha menyambut antusias menyambut corporate action dengan mergernya start up unicorn Tokopedia dengan decacorn Gojek, dan selanjutnya melahirkan entitas bisnis GoTo. Antusiasme ini tidak lepas dari data mentereng kedua bisnis tersebut.

Dengan data resmi lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020 dan terjadi perputaran ekonomi lebih dari 22 miliar dollar AS atau setara dengan 314 triliun rupiah. Angka bisnis ini memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar 2 persen, dengan angka PDB Rp15.434,2 triliun pada tahun tersebut. Tanggal 30 Maret 2022 secara efektif GoTo mengumumkan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.

Nilai penawaran umum perdana saham dan penjatahan lebih yang ditawarkan kepada investor adalah sebesar Rp15,8 triliun. Hal ini menjadikan IPO GoTo sebagai IPO terbesar ketiga di Asia serta kelima di dunia sepanjang tahun 2022. Harga IPO yang ditetapkan di batas atas kisaran Rp338,- per lembar saham, yang mencerminkan kapitalisasi pasar mencapai Rp400,3 triliun.[]