News

Pengamat: Gagal Buktikan Kecurangan TSM, Gugatan Kubu 02 Bakal Ditolak MK


Pengamat: Gagal Buktikan Kecurangan TSM, Gugatan Kubu 02 Bakal Ditolak MK
Direktur Konsepindo Research and Consulting Veri Muhlis Arifuzzaman (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pengamat politik Veri Muhlis Arifuzzaman menilai besar kemungkinan gugatan kubu 02 akan ditolak oleh MK. Menurutnya tim 02 gagal meyakinkan para hakim mahkamah dan juga publik mengenai kecurangan terstruktur, sistematis dan massif sebagaimana diopinikan selama ini.

Direktur Konsepindo Research and Consulting ini menyatakan ada kesan argumen dibangun tanpa bukti otentik yang meyakinkan.

“Kalau melihat perdebatan di persidangan kita tidak melihat bukti kecurangan itu. Para penggugat sampai dini jam 5 tadi pagi gagal meyakinkan dimana curangnya. Mana kecurangan terstruktur, mana kecurangan sistematis dan dimana massifnya,” ujarnya saat dihubungi media melalui saluran telpon di Bengkulu, Kamis (21/6/).

Saat dimintai pendapatnya mengenai tidak mundurnya Cawapres Ma’ruf Amin dari posisinya sebagai dewan syari’ah, Veri menilai itu bukanlah pelanggaran perselisihan hasil pemilihan umum. Kalaupun harus digugat, ranahnya seharusnya di pengadilan tata usaha negara. Veri meyakini hal itu tidak akan membuat kubu O1 digugurkan apalagi sampai ditetapkan berbalik.

“Aneh saja, yang dipilih rakyat siapa, yang ditetapkan siapa. Itu tidak ada presedennya. Kalau itu terjadi, maka sama saja suara rakyat dikalahkan oleh suara segelintir orang. Ini karena tidak ada perselisihan atas hasil pemilihan umum. Persoalan persyaratan pencalonan harusnya selesai sebelum pencoblosan. Di situ penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu harus jeli,” ujarnya.

Veri menyampaikan posisi Kiyai Ma’ruf sebagai pengawas syari’ah adalah karena kapasitas keahliannya di bidang ilmu syari’ah sehingga ia diminta menjadi ahli yang memberikan masukan dan pengamatan atas jalannya konsep syariah di bank-bank itu. Jadi memang wajar pengakuan Kiyai Ma’ruf kalau dirinya bukan karyawan atau pejabat.

“Posisi yang dipersoalkan itu kan sebagai dewan pengawas syari’ah di dua bank. Kalau beliau karyawan atau pejabat masa di dua bank berbeda yang bersaing secara bisnis. Dan yang lebih penting, apakah karena posisi sebagai ahli syari’ah di dua bank itu menyebabkan suaranya menang? Jadi intinya jangan sampai suara rakyat yang sudah ditunaikan di pemilu wajib dihormati,” pungkasnya. []