Ekonomi

Pengamat Alvin Lie: Garuda Indonesia Sudah Keluar dari ICU

Alvin: Garuda itu layaknya orang yang baru keluar dari ICU, kemarin pasang alat pacu jantung, berkat confidence voting, jadi sudah bisa keluar dari ICU.


Pengamat Alvin Lie: Garuda Indonesia Sudah Keluar dari ICU
Pengamat Penerbangan Alvin Lie memandang bahwa setelah adanya PKPU (Penundaan Keputusan Pembayaran Utang) untuk Garuda Indonesia juga harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh flag carrier itu agar para investor yang sudah percaya kepada mereka tidak kabur. (TWITTER/@alvinlie21)

AKURAT.CO, Pengamat Kebijakan Pemerintah dan Penerbangan Alvin Lie memberikan pendapatnya mengenai ditetapkannya Emirsyah Satar sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat yang melibatkan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero).

Alvin menilai bahwa Kejaksaan Agung sudah melakukan hal yang tepat, serta berdasarkan fakta hukum, sehingga tidak mungkin gegabah dalam menentukan putusan ES dan SS sebagai tersangka.

"Saya yakin kejaksaan agung itu sudah berdasarkan pengembangan yang sudah ada sebelumnya, dan kejaksaan tidak mungkin sembrono," ujar Alvin saat dihubungi oleh Akurat.co pada Selasa (28/6/2022).

baca juga:

Selain itu, Alvin juga memandang bahwa setelah adanya PKPU (Penundaan Keputusan Pembayaran Utang) untuk Garuda Indonesia juga harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh flag carrier itu agar para investor yang sudah percaya kepada mereka tidak kabur.

"Seharusnya dari putusan PKPU kemarin, terus ada confindence voting juga, Garuda sudah harus berbenah ke 9 bulan mendatang, baik dari sumber daya mereka, area yang mereka punya, segalanya harus berbenah," jelas Alvin

Alvin juga mengibaratkan PKPU Garuda layaknya orang yang sedang memperpanjang umurnya setelah masuk dan keluar dari ruangan ICU demi mendapatkan pertolongan.

"Ibarat kata, Garuda itu layaknya orang yang baru keluar dari ICU, kemarin pasang alat pacu jantung, berkat confidence voting, jadi sudah bisa keluar dari ICU. Sembuh belum, tapi masih diberi kesempatan," terangnya.

Mantan Komisioner Ombudsman RI ini juga mengatakan bila Garuda Indonesia bukan lagi perusahaan penerbangan kelas dunia, bukan lagi yang terkuat dan terbesar di Indonesia, sehingga untuk menyelamatkan diri, perusahaan pelat merah itu harus lebih ramping dan bisa menjadi maskapai yang lebih tangguh untuk persaingan di kancah domestik.

"Dia (Garuda Indonesia) harus lebih ramping dan efisien agar bisa menjadi perusahaan yang tangguh untuk persaingan, serta bisa kompetitif di kancah maskapai," tegas Alvin.