News

Pengamat: Ada Indikasi Kepentingan yang Menghambat Panja Vaksin 

Syarwi Chaniago, berharap panitia kerja (Panja) vaksin yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dapat bekerja maksimal. 


Pengamat: Ada Indikasi Kepentingan yang Menghambat Panja Vaksin 
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ,Pangi Syarwi Chaniago. (AKURAT.CO/Dedi Ermansyah)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Voxpol Research and Consultants, Pangi Syarwi Chaniago, berharap panitia kerja (Panja) vaksin yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dapat bekerja maksimal. 

"Saya melihat ada indikasi pihak-pihak yang berkepentingan ingin menghambat laju gerak panja vaksin tersebut," kata Pangi dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/1/2022). 

Pangi mengatakan bahwa banyak aktor dan pihak yang berkepentingan dalam vaksin, mulai dari pengusaha hingga pejabat negara. 

baca juga:

Menurut dia, jika kinerja panja belum maksimal, perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kendala apa yang mereka alami saat ini. 

Pangi berharap panja vaksin bisa lebih progresif dalam bekerja, tidak "masuk angin", bekerja untuk agenda kemaslahatan rakyat banyak, bukan kehendak para cukong dan oligarki. 

Sebelumnya, Komisi IX DPR RI telah membentuk Panja Pengawasan Vaksin Covid-19 sejak tanggal 20 Januari 2022. Panja mulai bekerja pada masa persidangan III Tahun Sidang 2021-2022. 

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan, panja yang telah dibentuk bertugas melakukan pengawasan program vaksinasi yang digencarkan pemerintah. 

Kata dia, Komisi IX tengah menyusun agenda panja, salah satunya mengenai regulasi hingga alokasi anggaran untuk pengadaan vaksin yang nilai impornya mencapai Rp44,08 triliun untuk pengadaan sebesar 465,07 juta dosis vaksin. 

Pembentukan panja vaksinasi Covid-19 buntut insiden vaksin kosong yang diinjeksi oleh salah satu tenaga kesehatan (nakes) ke siswa sekolah dasar di Medan, Sumatera Utara baru-baru ini. 

Anggota Komisi IX DPR dari fraksi PKS, Netty Prasetiyani mengatakan kini komisinya masih menunggu utusan dari setiap fraksi untuk bergabung dalam panja vaksinasi. 

"Akibat banyaknya permasalahan dari hulu ke hilir di sektor vaksinasi, membuat komisi IX bersepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) vaksin, " kata dia dalam keterangannya di Jakarta Sabtu (22/1/2022). 

Panja vaksin, katanya, akan mendalami sejumlah hal terkait temuan kasus vaksinasi di lapangan, mulai dari jenis dan ketersediaan logistik vaksin, rantai pasokan, ketersediaan tenaga vaksinator, strategi tata kelola KIPI, hingga sinkronisasi data vaksinasi. 

Melalui panja vaksin, Netty menyatakan bahwa Komisi IX akan berusaha membangun keyakinan dengan menekan pemerintah bahwa vaksin halal dan aman bagi masyarakat terutama anak-anak.[]