News

Pengakuan Bupati Langkat Soal Kerangkeng Manusia, Ternyata Sudah Beroperasi Sejak 10 Tahun Lalu

Video pengakuan Bupati Langkat nonaktif bersama istrinya, Tiorita Terbit Rencana yang menyebut kerangkeng manusia tersebut sudah beroperasi selama 10 tahun


Pengakuan Bupati Langkat Soal Kerangkeng Manusia, Ternyata Sudah Beroperasi Sejak 10 Tahun Lalu
Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin dan istrinya, Tiorita Terbit Rencana (Tangkapan Layar YouTube Tiorita Rencana)

AKURAT.CO Beredar sebuah video pengakuan Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin bersama istrinya, Tiorita Terbit Rencana yang menyebut kerangkeng manusia tersebut sudah beroperasi selama 10 tahun. Video tersebut diunggah oleh sang istri di akun YouTube pribadinya "Tiorita Rencana".

Terbit Rencana mengungkapkan, ia memiliki kerangkeng tersebut sebagai 'tempat binaan' untuk para pecandu narkoba yang ia kelola bersama dengan istrinya sendiri. Terbit mengklaim tempat yang ia buat sebetulnya bukanlah tempat rehabilitasi, melainkan tempat pembinaan bagi masyarakat setempat.

"Sedikit saya sampaikan itu bukan rehabilitasi, itu adalah pembinaan yang saya buat selama ini untuk membina bagi masyarakat yang (mengalami indikasi) penyalahgunaan narkoba," kata Terbit Rencana pada Video YouTube Tiorita Rencana yang diunggah pada 27 Maret 2021.

baca juga:

"Itu namanya bukan rehabilitasi, hanya pembinaan, ya tempat pembinaan. Dalam hal ini sudah kita lakukan tempat pembinaan ini untuk supaya bisa untuk membantu masyarakat Kabupaten Langkat," sambungnya.

Saat ditanya oleh pewawancara yang ditampilkan dalam video tersebut mengenai berapa lama ia menjalankan 'tempat pembinaan' tersebut, Bupati Langkat nonaktif itu mengaku sudah sekitar 10 tahun yang lalu.

"Kalau ditanyakan, bisa dikatakan kurang lebih dari sepuluh tahun lah sudah kita lakukan," kata Terbit.

Kerangkeng Manusia Bupati Langkat nonaktif (YouTube Tiorita Rencana)

Ia menambahkan, perawatan di 'tempat pembinaan' yang ia klaim tersebut tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Biaya yang ia keluarkan selama 'membina' para pecandu narkoba di dalam kerangkeng merupakan tanggungan pribadi dan tidak membebankan kepada keluarga yang menitipkannya.

"Kalau yang namanya untuk persediaan itu semua itu adalah gratis, kita yang penyediaan semua," ucapnya.

Terbit juga menyampaikan niat dan tujuannya terkait motif dibalik pembuatan kerangkeng manusia itu. Ia juga menjelaskan, kerangkeng tersebut telah ada jauh sebelum ia menjadi Ketua DPRD hingga menjadi Bupati Langkat.