Ekonomi

Pengajuan KPR Ditolak? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu alternatif meminjam yang saat ini banyak ditawarkan kepada masyarakat


Pengajuan KPR Ditolak? Kenali 5 Penyebabnya Disini!
Seorang anak bermain di areal proyek hunian bernuansa syariah di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (31/5/2020). Bank BNI meluncurkan program tunjuk rumah yang menyasar untuk kaum milenial dengan tawaran harga khusus dan cicilan tetap sampai akhir kontrak serta kemudahan lainnya yaitu bebas biaya administrasi, bebas biaya KPR, bebas biaya taksasi, dan bebas denda. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  KPR atau Kredit Pemilikan Rumah merupakan salah satu alternatif meminjam yang saat ini banyak ditawarkan kepada masyarakat.

Dengan tingkat suku bunga yang terjangkau, KPR diharapkan mampu membantu masyarakat untuk membeli properti yang diinginkannya meski dengan budget pas-pasan sekalipun. Tapi sayangnya, pengajuan KPR seringkali berakhir dengan penolakan.

Akibat penolakan, rencana untuk segera membeli rumah terpaksa dibatalkan sampai pengajuan KPR yang selanjutnya diterima. Apa alasan di balik penolakan KPR? Yuk, kenali satu per satu agar pengajuan KPR di masa mendatang bisa diterima oleh kreditur. 

1. Memiliki riwayat kredit yang buruk

Penyebab pertama karena Anda memiliki riwayat kredit yang buruk. Coba ingat-ingat kapan terakhir kali meminjam dan bagaimana pelunasannya, apakah lancar atau pernah bermasalah. Hal ini sangat berpengaruh karena riwayat kredit yang buruk akan membuat bank berasumsi kalau kredit yang buruk akan kembali terjadi.

Memang, tidak dalam satu atau dua bulan ke depan, tapi bisa saja saat memasuki pelunasan tahun ke-2. Daripada pembayaran pinjaman macet, bank memutuskan untuk tidak memberi pinjaman dalam jumlah berapapun. 

Maka dari itu, jagalah riwayat kredit agar tetap baik sehingga pinjaman apa pun yang nantinya diajukan lebih mudah disetujui. Tidak hanya oleh pihak bank, tapi juga kepada semua kreditur yang menawarkan pinjaman. Lakukan pembayaran secara tepat waktu dan sebisa mungkin hindari penunggakan.

2. Penghasilan yang tidak sebanding dengan cicilan

Penghasilan juga menjadi pertimbangan bank dalam menyetujui pengajuan KPR oleh nasabah. Pinjaman biasanya akan diberikan dengan rentang cicilan antara 30%-40% dari penghasilan bersih per bulan. Jika penghasilan tidak memenuhi syarat persentase ini, maka KPR otomatis ditolak kecuali kalau Anda mau menggabungkan gaji dengan pasangan.

Sumber: Cermati

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co