Entertainment

Pengajar Berkualitas dan Manajemen Rapi, Warganet: Universitas Terbuka Bagus Banget!

Universitas Terbuka diakui warganet sangat bagus.


Pengajar Berkualitas dan Manajemen Rapi, Warganet: Universitas Terbuka Bagus Banget!
Viral Utas Universitas Terbuka (twitter/@nabiylarisfa)

AKURAT.CO, Beasiswa pendidikan tinggi hingga kini masih menjadi salah satu topik pembicaraan yang selalu hangat terutama bagi para lulusan sarjana. Namun ternyata, tidak semua orang bisa mengakses pendidikan tinggi tersebut. 

Salah satu warganet pemilik akun Twitter mengunggah pengalamannya terkait Universitas Terbuka. 

Dalam unggahan tersebut, akun Twitter @nabiylarisfa mengunggah cuitan terkait bagusnya universitas Terbuka. 

"Di timeline rame tubir beasiswa negara untuk S1 ke universitas ivy league. Jadi pengen cerita tentang….pengalaman ngajar di Universitas Terbuka. Ternyata UT ini BAGUS BANGET, arguably paling impactful untuk perbaikan SDM Indonesia yg beragam, karena programnya sangat inklusif,” tulis akun @nabiylarisfa. 

Akun @nabiylarisfa juga menambahkan bahwa pada tahun 2018 lalu, UT memiliki siswa hingga 588 ribu mahasiswa atau terbanyak di Indonesia. Kapasitasnya yang sanggup menampung begitu banyak mahasiswa membuat banyak orang juga bisa mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi. 

“Siapa yg jadi pengajar di UT? Setidaknya di region jogja, setau saya banyak dosen dari UGM, UNY, dan univ-univ sekitar jogja lainnya yg dilibatkan. Materinya ajarnya sama persis dengan yg saya ajarkan di UGM, mahasiswanya malah cenderung lebih rajin soal tugas,” lanjut @nabiylarisfa. 

Selain pengajar yang juga kredibel, UT juga memiliki modul belajar yang sangat baik. Bahkan, akun @nabiylarisfa menggunakannya sebagai bahan ajar mata kuliahnya di perguruan tinggi negeri. 

Sedangkan mahasiswanya berasal dari lulusan SMA/SMK yang sudah bekerja dan tidak memiliki biaya untuk kuliah di pendidikan tinggi negeri. 

“Satu yg saya kagum: UT kuliah onlinenya wajib pakai microsoft teams. Nggak boleh pakai zoom atau aplikasi lain karena teams-nya diintegrasikan dengan materi belajar yg lain. Jadi dari prodi bisa ngecek, saya sudah ngajar berapa kali, rekamannya juga tersimpan otomatis,” lanjut @nabiylarisfa. 

Selain itu, pengelolaan pembelajaran UT juga langsung terhubung dengan Micoroft Teams tersebut sehingga berbagai administrasi kuliah mulai dari tugas, kuis, hingga absensi dapat dipantau secara langsung. 

“Inti dari thread ini adalah: kayaknya kita perlu lebih fokus ke program2 seperti ini deh. Give more funding to UT, also pay dosen2 UT better. 1) ini program penting. 2) akan makin banyak dosen berkualitas yg mau ngajar di UT. 3) mereka kerja di weekend,” tulis akun @nabiylarisfa. 

Unggahan akun Twitter @nabiylarisfa terkait Universitas Terbuka ini pun berhasil menuai sorotan sejumlah warganet. 

“Setuju. Saya pernah bekerja di UT sebagai korektor ujian sekitar 2 tahun yang lalu. Dari manajemen pengajaran dan ujiannya pun terlihat sangat profesional. Dosen yg mengajar juga memang umumnya yg sdh berpengalaman. Setelah selesai PhD in TESOL, saya mau ambil S2 PGSD di UT!” balas akun @yogsyg. 

“UT buruh-friendly banget sih selain harganya, fleksibilitas waktunya juga,” sahut akun BuruhYogyakarta. 

“Jadi pengen cerita. Kemarin jadi korektor uas mahasiswa UT karena bayaran nya lumayan lah. Sistem lumayan ribet karena harus input manual nilai nilai nya. Kadang saya liat liatin umur umur mahasiswa nya kan ada tanggal lahir sama tahun ada yg udah 40an ada yg udah 40n ada yg 50an,” timpal akun @BubbleBasse. 

“Sebagai pekerja yg nyambi kuliah di UT mau nyaranin buat yg minat masuk UT tp gamau keganggu jam kerja dsb nya, mending ambil sistem TMK karna kalau ambil TUTON never ending tugas yg menurut gua sangat tidak disarankan kalo kalian work 9 to 5:") *based on personal experience,” balas akun @keshiramair. 

Hingga kini, unggahan dari akun @nabiylarisfa tersebut telah diritwit lebih dari 4 ribu kali dan disukai lebih dari 17 ribu kali. []