News

Pengadilan Spanyol Selidiki Penyadapan Terhadap Julian Assange


Pengadilan Spanyol Selidiki Penyadapan Terhadap Julian Assange
Julian Assenge di dalam mobil polisi (VOA)

AKURAT.CO, Pengadilan Nasional Spanyol tengah menyelidiki sebuah perusahaan keamanan swasta Spanyol yang dilaporkan memata-matai Julian Assange untuk kepentingan Amerika Serikat. Penyadapan itu dilakukan saat Assange masih tinggal di Kedutaan Ekuador.

Pengadilan mengatakan dalam dokumen tertanggal 7 Agustus bahwa mereka sedang menyelidiki apakah Undercover Global Ltd, yang bertanggung jawab atas keamanan di kedutaan tempat pendiri WikiLeaks berlindung, dan pemiliknya David Morales melanggar privasi Assange dengan memasang mikrofon tersembunyi dan perangkat lain di kedutaan.

Undercover Global disebut memasang mikrofon di pemadam api di kedutaan serta di toilet wanita tempat Assange biasa bertemu dengan pengacaranya karena takut dimata-matai.

Penyelidikan ini digelar setelah pengadilan mendapat laporan dari pengacara Assange.

"Pertemuan yang diadakan Assange dengan pengacaranya, serta kunjungan medis dan yang lainnya dicatat," kata pengadilan, dilansir dari laman France24, Kamis (10/10).

Informasi yang diperoleh kemudian diteruskan ke intelijen Ekuador dan Amerika Serikat melalui server komputer yang dapat diakses bersama. Ada pula catatan yang membuktikan bahwa Morales "sering" melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, kadang-kadang lebih dari sekali dalam sebulan. Pengadilan mengatakan perjalanan Morales adalah untuk menyerahkan data secara pribadi.

Pengadilan mengatakan Morales membayar EUR 20.000 (Rp311 juta) sebulan dalam bentuk tunai kepada kepala keamanan di kedutaan untuk memastikan bahwa tidak ada laporan negatif tentang Undercover Global yang dapat menyebabkan kontraknya dihentikan.

Berdasarkan sumber internal pengadilan, Morales ditangkap pada 17 September tetapi dibebaskan bersyarat dan diharuskan melapor kepada hakim setiap 15 hari, serta paspornya disita.

Selain dugaan kegiatan mata-mata, Morales dan perusahaannya juga diselidiki atas dugaan pencucian uang.

Julian Assange berlindung di Kedutaan Ekuador di London sejak 2012, namun kemudian diseret keluar oleh kepolisian London pada bulan April lalu. Saat ini ia mendekam di penjara dengan keamanan tingkat tinggi di Inggris.

Ia menjadi target buruan pemerintah Amerika Serikat dan Swedia. Di Amerika Serikat ia menghadapi total 18 dakwaan yang hampir semuanya terkait dengan pencurian data dan pembocoran rahasia negara, sementara di Swedia ia dituding melakukan kekerasan seksual. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu