News

Pengadilan Jepang Tetap Larang Pernikahan Sesama Jenis, Tapi ....

Pengadilan Jepang Tetap Larang Pernikahan Sesama Jenis, Tapi ....
Para penggugat memegang plakat di luar pengadilan setelah mendengar putusan pernikahan sesama jenis, di Tokyo, Jepang, Rabu (30/11) . Plakat bertuliskan 'Sebuah Langkah Menuju Kesetaraan Pernikahan' ( Reuters/Kim Kyung-Hoon)

AKURAT.CO  Pengadilan Tokyo, Jepang telah memutuskan untuk tetap menegakkan larangan pernikahan sesama jenis. Namun, pengadilan juga telah menekankan bahwa kurangnya perlindungan hukum untuk para keluarga homoseksual adalah hal yang melanggar hak asasi mereka. 

Putusan itu disampaikan oleh pengadilan pada Rabu (30/11) usai gugatan ganti rugi diajukan oleh empat pasangan sesama jenis, yang menganggap undang-undang tersebut diskriminatif.

Saat ini, Jepang menjadi satu-satunya negara G7 yang tidak mengakui pernikahan sesama jenis.

baca juga:

Para juru kampanye LGBT menyambut baik putusan pada Rabu, meski pengadilan tetap melarang pernikahan sesama jenis. Pernyataan pengadilan tentang perlindungan hukum untuk komunitas, bagaimanapun, juga menjadi indikasi bahwa pemerintah perlu pemengubah undang-undang (UU) terkait perkawinan sejenis.

"Ini sebenarnya putusan yang cukup positif. 

"Sementara pernikahan tetap (harus) antara laki-laki dan perempuan..., (pengadilan) juga mengatakan bahwa situasi saat ini, di mana keluarga homoseksual tidak memiliki perlindungan hukum, adalah hal yang tidak baik. Pengadilan telah menyarankan bahwa sesuatu harus dilakukan tentang hal tu," kata Nobuhito Sawasaki, salah satu pengacara yang terlibat dalam kasus tersebut, berkata kepada Reuters.

Pengadilan Jepang Tetap Larang Pernikahan Sesama Jenis, Tapi .... - Foto 1
 Para penggugat, pengacara, dan pendukung berbaris saat mereka menuju ke pengadilan yang akan memutuskan tentang konstitusionalitas pernikahan sesama jenis, di Tokyo, Jepang, Rabu (30/11)-Reuters/Kim Kyung-Hoon

Partai Liberal Demokrasi (LDP) yang berkuasa, yang dipimpin Perdana Menteri Fumio Kishida, belum mengungkapkan rencana untuk mengubah atau meninjau UU tersebut, tetapi sejumlah anggota senior telah memberi dukungannya terhadap pernikahan sejenis.

Dalam putusannya pada hari Rabu, hakim menolak kasus tersebut, tetapi juga mengatakan bahwa upaya memblokir pasangan sejenis dari jalur hukum untuk menikah adalah tindakan irasional.

Pengacara dan pasangan yang terlibat menyambut putusan itu, menyebutnya sebagai 'terobosan'. Mereka pun mendesak pemerintah agar segera membuat UU untuk mengatasi isu tersebut.