News

Pengadilan Internasional Dukung Penyelidikan 'Kampanye Perang Narkoba' Presiden Filipina

Sejak Juli 2016, polisi Filipina yang diperintah Duterte, telah melakukan lebih dari 200 ribu operasi anti-narkoba.


Pengadilan Internasional Dukung Penyelidikan 'Kampanye Perang Narkoba' Presiden Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat memberi pidato kenegaraan keempatnya di Kongres Filipina di Quezon City, Metro Manila, Filipina, 22 Juli 2019 ( Reuters/Eloisa Lopez)

AKURAT.CO Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah memberi lampu hijau untuk penyelidikan penuh atas kejahatan kemanusiaan yang diduga dilakukan di bawah kampanye 'perang narkoba' di Filipina.

Putusan itu baru disampaikan pada Rabu (15/9) dengan ICC yang mengonfirmasi bahwa hakim telah menyetujui permintaan jaksa untuk memulai penyelidikan atas potensi pembunuhan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte selama menggelorakan kampanye tersebut.

Langkah ini datang usai, pada Juni lalu, mantan Kepala Jaksa ICC Fatou Bensouda meminta hakim untuk mengizinkan penyelidikan menyeluruh atas tuduhan bahwa polisi Filipina secara tidak sah membunuh sebanyak puluhan ribu warga sipil.

Para hakim 'menemukan landasan yang masuk akal untuk melanjutkan penyelidikan, dengan mencatat unsur spesifik dari kejahatan pembunuhan," kata pengadilan seperti dikutip dari France24.

Pengadilan juga mengatakan bahwa 'perang melawan narkoba dari Duterte' tidak bisa dilihat sebagai operasi penegakan hukum yang sah. Begitu pula dengan perintah pembunuhan yang menyertainya, mereka tidak bisa dilegitimasi. 

"Materi yang tersedia menunjukkan bahwa serangan yang meluas dan sistematis terhadap penduduk sipil terjadi sesuai atau sebagai kelanjutan dari kebijakan negara," tambah ICC dalam sebuah pernyataan sambil menambahkan bahwa penyelidikan akan mencakup periode 2011 hingga 2019.

ICC yang berbasis di Den Haag menyetujui penyelidikan tersebut meskipun fakta bahwa Manila sempat meninggalkan pengadilan pada 2019, menyusul penyelidikan awal terhadap tindakan keras Duterte dalam melawan narkoba. Saat menarik Filipina dari pengadilan itu, Duterte pun sempat mendapat kecaman internasional.

Kemudian dalam pidatonya Juli lalu, Duterte kembali mengecam pengadilan internasional, dan mengatakan bahwa dia akan melanjutkan perjuangannya melawan narkoba.

"Saya tidak pernah menyangkal (itu), dan ICC dapat merekamnya: Mereka yang menghancurkan negara saya, saya akan membunuh kalian," katanya seperti dikutip dari CNA.