Tech

Pengadilan Australia Sebut Google Sesatkan Pengguna Android soal Data Lokasi

Google tidak setuju dengan temuan hakim dan sedang mempertimbangkan untuk naik banding


Pengadilan Australia Sebut Google Sesatkan Pengguna Android soal Data Lokasi
Google Year in Search, Rabu (11/12) (AKURAT.CO / Rizki Sandi S)

AKURAT.CO, Seorang hakim di Australia mengatakan bahwa Google menyesatkan pengguna tentang data lokasi pribadi yang dikumpulkan perusahaan melalui perangkat Android.

Menurut Hakim Pengadilan Federal, Thomas Thawley, pelanggaran terjadi antara Januari 2017 dan Desember 2018. Pengguna yang membuat akun Google baru saat menyiapkan perangkat Android baru diyakini bahwa setelan "Riwayat Lokasi" adalah satu-satunya setelan akun Google yang akan menentukan apakah perusahaan mengumpulkan data yang dapat diidentifikasi tentang lokasi pengguna.

Dilansir dari The Verge, Minggu (18/4) faktanya, setelan akun Google lain yang diaktifkan secara default - setelan "Aktivitas Web & Aplikasi" — memungkinkan Google untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi lokasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi saat aktif.

Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), organisasi pengawas konsumen perusahaan, mengatakan sedang mengupayakan hukuman terhadap Google, tetapi tidak menentukan jumlahnya.

"Ini adalah kemenangan penting bagi konsumen, terutama siapa pun yang peduli dengan privasi online mereka, karena keputusan Pengadilan mengirimkan pesan yang kuat kepada Google dan pihak lain bahwa bisnis besar tidak boleh menyesatkan pelanggan mereka," kata ketua ACCC Rod Sims dalam sebuah pernyataan.

Google tidak segera membalas permintaan komentar atas masalah ini. Namun, seorang juru bicara mengatakan kepada Associated Press bahwa perusahaan tidak setuju dengan temuan hakim dan sedang mempertimbangkan untuk naik banding.

Google sendiri telah terlibat dalam tindakan hukum di Australia selama beberapa bulan terakhir. Pada bulan Februari, pemerintah Australia mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan Google dan Facebook membayar perusahaan media untuk konten berita yang didistribusikan di platform mereka.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu