News

Pengadilan Australia Nyatakan Data 'Riwayat Lokasi' Google Langgar UU

Pengadilan Australia memutuskan bahwa Google menyesatkan konsumen dengan mengumpulkan data lokasi melalui perangkat seluler Android.


Pengadilan Australia Nyatakan Data 'Riwayat Lokasi' Google Langgar UU
Google dinyatakan melanggar undang-undang (UU) konsumen Australia dengan mengumpulkan 'Riwayat Lokasi' dari sejumlah pengguna (Thetechzone.online)

AKURAT.CO, Pada Jumat (16/4), Pengadilan Australia memutuskan bahwa Google menyesatkan konsumen dengan mengumpulkan data lokasi melalui perangkat seluler Android. Pengawas kompetisi di Negeri Kanguru itu pun menyebutnya sebagai tindakan pertama di dunia terhadap raksasa digital tersebut.

Dilansir dari AFP, pengadilan federal menyatakan bahwa Google melanggar undang-undang (UU) konsumen Australia dengan mengumpulkan 'Riwayat Lokasi' dari sejumlah pengguna, bahkan ketika mereka sudah memilih tidak membagikan informasi tersebut. Google juga dinyatakan tidak menjelaskan kepada penggunanya bahwa mengizinkan pelacakan 'Aktivitas Web dan Aplikasi' di ponsel mereka berarti juga memberikan izin untuk menyimpan data lokasi.

Sejumlah penelitian di seluruh dunia telah mendokumentasikan masalah pengumpulan data lokasi melalui perangkat Android dan iPhone, bahkan setelah pengguna yakin mereka telah memilih untuk tidak mengizinkan pelacakan. Data semacam itu bisa sangat berharga bagi pengiklan yang mencoba mempromosikan produk dan layanan terkait lokasi.

Menurut Komisi Kompetisi dan Konsumen Australia (ACCC) yang membawa kasus ini ke pengadilan, putusan pada Jumat (16/4) itu merupakan tindakan penegakan hukum pertama di dunia atas masalah tersebut.

"Ini kemenangan penting bagi konsumen, terutama bagi siapa pun yang peduli dengan privasi daring mereka. Pasalnya, keputusan pengadilan ini mengirimkan pesan yang kuat kepada Google dan pihak lain bahwa bisnis besar tak boleh menyesatkan pelanggan mereka," kata Ketua ACCC Rod Sims.

Menurutnya, keputusan hari ini merupakan langkah penting untuk memastikan platform digital terbuka dengan konsumen tentang apa yang terjadi pada data mereka dan apa yang dapat mereka lakukan untuk melindunginya.

Dalam putusannya, Hakim Pengadilan Federal Thomas Thawley menerima 'sebagian' kasus ACCC terhadap Google. Ia menyatakan perilaku perusahaan tersebut tidak akan menyesatkan semua pengguna yang wajar. Namun, ia juga menambahkan bahwa tindakan Google menyesatkan atau mungkin menyesatkan beberapa pengguna yang wajar.

"Jumlah atau proporsi pengguna wajar yang disesatkan atau kemungkinan besar telah disesatkan tidak menjadi masalah dalam menetapkan pelanggaran hukum," sebutnya.

ACCC pun berniat meminta hukuman berupa uang dan tindakan perbaikan lainnya yang akan ditentukan kemudian.

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu