News

Pengacara Moeldoko Layangkan Somasi Kedua kepada ICW, Diberi Waktu 3x24 Jam

Otto Hasibuan menyatakan, akan mengirimkan surat somasi kedua kepada Indonesia Corruption Watch (ICW).


Pengacara Moeldoko Layangkan Somasi Kedua kepada ICW, Diberi Waktu 3x24 Jam
Pengacara Otto Hasibuan dalam keterangan pers soal kasus Moeldoko dan ICW pada Kamis (5/8/2021) (Screencapture/Zoom)

AKURAT.CO, Kuasa hukum Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Otto Hasibuan menyatakan, akan mengirimkan surat somasi kedua kepada Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Besok pagi akan kami kirim surat somasi kedua kepada Saudara Egi dan temannya, yaitu ICW, untuk memberikan bukti-bukti," kata Otto dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Menurutnya, Moeldoko sudah sangat berjiwa besar tidak menggunakan haknya langsung untuk melaporkan ICW ke pihak kepolisian. Maka, pihaknya berpendapat bahwa laporan polisi itu adalah upaya terakhir.

"Pak Moeldoko berpikir sebagai sesama anak bangsa berbagai persoalan dapat dibicarakan secara elegan, secara baik dan secara jujur. Oleh karena itu harapan kami tadinya karena ICW sendiri sudah menyatakan bahwa mereka sudah melakukan (penelitian) selama satu bulan, mestinya mereka tidak perlu waktu lama untuk menjawab permintaan kami atas bukti-bukti tersebut," katanya.

Untuk itu, Otto mengatakan, Moeldoko akan memberikan lagi kesempatan yang luas buat ICW agar mempunyai waktu yang cukup membuktikan tuduhannya.

"Kalau kemarin kami berikan waktu 1x24 jam mungkin jangka waktu itu tidak cukup. Pak Moeldoko bilang kasih lagi kesempatan," paparnya.

Kata dia, Moeldoko memberikan waktu 3x24 jam untuk ICW membuktikan dua tuduhannya itu. Sebab, bagi mereka yang penting itu ICW bisa membuktikan dan tidak asal sembarang menuduh atas keterlibatan Moeldoko dalam 'promosi terselubung' Ivermectin sebagai obat Covid-19 dan dugaan keterlibatan HKTI 'mencari untung' ekspor beras.

"Kita berikan waktu yang cukup kepada 3x24 jam. Baik sekali Pak Moeldoko ini, dia bilang bahwa supaya ada waktu yang cukuplah. Jangan nanti dibilang kita ini sewenang-wenang, kalau 1x24 jam nggak cukup, ya kita kasih 3x24 jam," ujar Otto.

"Khususnya kepada saudara Egi dan kawan-kawan untuk memberikan bukti-bukti atas tuduhannya tersebut yaitu pertama kapan, di mana Pak Moeldoko terlibat dan mendapat keuntungan dari Ivermectin. Kalau ada keuntungan yang didapatkan, siapa yang memberikan untung itu. Kedua kapan dan di mana dengan siapa dan dengan cara apa Pak Moeldoko bekerjasama melakukan ekspor beras. Inilah yang kami tanyakan dan kami minta kepada ICW," sambungnya. []