News

Pengacara Keluarga Brigadir J Minta Rumah Dinas Ferdy Sambo Dijadikan Museum

Permintaan lainnya agar nama baik Brigadir J dan keluarga direhabilitasi

Pengacara Keluarga Brigadir J Minta Rumah Dinas Ferdy Sambo Dijadikan Museum
Kuasa Hukum Almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (kiri) bersama Johnson Pandjaitan (kanan) saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) terkait insiden kasus penembakan terhadap Brigadir J oleh Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). Pihak keluarga ingin membuat laporan resmi agar kasus yang menimpa Brigadir J tidak berpolemik dan menjadi kontroversi, sebagai respon tuduhan-tuduhan yang menyudutkan (Sopian)

AKURAT.CO, Kuasa hukum keluarga Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta agar nama baik kliennya dipulihkan. 

“Saya sudah minta Presiden dalam rangka upacara 17 Agustus 2022 atau memperingati 77 tahun Indonesia merdeka, presiden kita minta supaya merehabilitasi nama baik daripada almarhum dan keluarga yaitu dengan memulihkan harakat dan martabatnya dari fitnah-fitnah kegelapan," Kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Selasa, 16 Agustus 2022.

Selain itu, ia juga meminta agar kliennya dijadikan pahlawan. 

baca juga:

"Kedua menjadikan almarhum ini menjadi pahlawan kepolisian RI untuk merebut kepolisian dari tangan mafia yang selama ini menutupi kepolisian, yang menjadikan kepolisian tidak murni 100% menjadi pelindung, pengayom masyarakat. Kita mau setelah kita rebut Polri ini dia menjadi polisi yang humanis, yang benar-benar dekat dengan rakyat, yang disegani, yang disayangi oleh rakyat, yang tidak makan dari pemberian mafia," kata dia. 

Selanjutnya, Kamaruddin juga meminta agar rumah dinas Ferdy Sambo dijadikan museum. Dimana isinya yaitu seputar peristiwa pembunuhan terhadap Brigadir J yang terjadi di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Sampai akhirnya drama itu, drama Duren Tiga ini terbelah pecah kongsi, dan begitu ya kan akhirnya?” katanya.

Kemudian, ia juga meminta agar keluarga Brigadir J diberikan kompensasi materi karena telah melahirkan hingga mengasuh bintara tersebut.

"Satu lagi memberikan kompensasi kepada orang tuanya, karena orang tuanya yaitu kompensasi materi-materi karena sudah melahirkan dia 9 bulan 10 hari, mendidik dia dari bayi, menghantar dia jadi Polri, tahu-tahu begitu saja dipotong-potong dan ditembakin oleh para penjahat ini. Nah di sini ibu-ibu se tanah air terpukul karena ibu-ibu lah yang menanggung beban ini sangat berat. Itulah the power of emak-emak," lanjut dia.[]