Olahraga

Peng Shuai Sudah Video Call dengan Presiden IOC, WTA Masih Khawatir

Saat panggilan video dengan IOC, Peng Shuai mengaku dirinya dalam keadaan aman dan baik-baik saja dan ingin privasinya dihormati.


Peng Shuai Sudah Video Call dengan Presiden IOC, WTA Masih Khawatir
Presiden IOC, Thomas Bach melakukan video call dengan Peng Shuai, petenis China yang dikabarkan 'menghilang'. (IOC)

AKURAT.CO, Polemik mengenai Peng Shuai terus berlanjut. Teranyar, Asosiasi Tenis Wanita (WTA) masih mengkhawatirkan keberadaan petenis asal China tersebut meskipun sudah melakukan panggilan video dengan Presiden Komite Olimpiade Dunia (IOC), Thomas Bach.

Keberadaan Peng Shuai menjadi perhatian dunia internasional dalam hampir tiga minggu terakhir. Mantan petenis nomor satu dunia sektor ganda putri itu “menghilang” setelah menuduh mantan Wakil Perdana Menteri China, Zhang Gaoli melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya.

Peng kemudian muncul saat makan malam bersama teman-teman pada hari Sabtu (20/11) dan menghadiri turnamen tenis anak-anak di Beijing sehari berikutnya. Bukti foto dan video  tersebut diterbitkan oleh jurnalis media pemerintah China dan penyelenggara turnamen.

Selain itu, IOC kemudian muncul dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Peng Shuai telah melakukan panggilan telepon selama 30 menit dengan presidennya, Thomas Bach pada hari Minggu (21/11). 

Dalam kesempatan tersebut, petenis berusia 32 tahun itu mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan aman dan baik-baik saja di rumahnya di Beijing, dan ingin privasinya dihormati untuk saat ini.

Akan tetapi, WTA yang sangat intens memantau perkembangan polemik tersebut mengatakan, panggilan video Peng Shuai dengan presiden IOC tidak mengurangi kekhawatiran mereka mengenai kesejahteraan sang pemain.

"Senang melihat Peng Shuai dalam video baru-baru ini, tetapi mereka tidak mengurangi atau mengatasi kekhawatiran WTA tentang kesejahteraannya dan kemampuannya untuk berkomunikasi tanpa sensor atau paksaan,” kata Juru Bicara WTA, seperti dikutip dari Sky Sports, Kamis (25/11).

"Video itu tidak mengubah seruan kami untuk penyelidikan penuh, yang adil dan transparan, tanpa sensor, atas tuduhan penyerangan seksualnya, yang merupakan masalah yang menimbulkan kekhawatiran awal kami.”

Untuk diketahui, kekhawatiran terhadap Peng Shuai muncul ketika kelompok hak asasi global dan lainnya menyerukan pemboikotan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada Februari atas catatan hak asasi manusia China. Selain itu, WTA juga mengancam akan menarik turnamen dari China karena masalah ini.

Sumber: Sky Sports