Ekonomi

Penerimaan Pajak Masih 64 Persen, Ini 3 Penyebabnya!


Penerimaan Pajak Masih 64 Persen, Ini 3 Penyebabnya!
Ilustrasi - Pajak (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan ada tiga penyebab tertekannya penerimaan pajak. Pertama, adanya peningkatan yang signifikan dari restitusi pajak.

"Restitusi pertumbuhannya signifikan, pertama berasal dari kegiatan restitusi yang dipercepat memang ini sebagai fasilitas yang diberikan oleh pemerintah dan sudah kita prediksi dari awal akan meningkat," kata Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu Yon Arsal dalam acara Ngobrol Santai di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Faktor kedua, yakni faktor ekonomi yang mengalami penurunan sangat signifikan. Hal tersebut terlihat dari aktivitas ekspor dan impor yang juga menurun. 

Sehingga, PPh dan PPN Impor yang berkontribusi 18 persen dari total penerimaan pajak mengalami kontraksi yakni minus 7 persen. Padahal pertumbuhannya dalam APBN 2019 ditargetkan mampu mencapai 23 persen.

"Target pertumbuhannya kalau dari APBN 2019 kemarin targetnya tumbuhnya sekitar 23 persen. Faktanya pertumbuhannya minus 7 persen," lanjutnya.

Terakhir, yakni belum adanya tanda-tanda perbaikan harga-harga komoditas. Meskipun sawit sedikit ada perbaikan, namun dampaknya ke penerimaan belum dapat dirasakan.

"Harga komoditas sawit terakhir ada perbaikan tetapi baru bisa di transmisi kan ke penerimaan Desember atau tahun depan," ungkapnya. 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak masih tertekan. 

Hingga Oktober, penerimaan pajak baru mencapai Rp1.018,47 triliun atau 64,56 persen dari target APBN tahun ini sebesar Rp1.577 triliun. Penerimaan tersebut tumbuh 0,23 persen (yoy) jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co