Ekonomi

Penerimaan Pajak April 2020 Merosot 3,1 Persen Jadi Rp376,7 Triliun


Penerimaan Pajak April 2020 Merosot 3,1 Persen Jadi Rp376,7 Triliun
Ilustrasi Pencatatan Pajak, Perpajakan (Luqman Hakim Naba)

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan realisasi penerimaan pajak hingga akhir April 2020 tumbuh negatif sebesar minus (-) 3,1 persen. Penerimaan pajak ini sebesar Rp376,7 triliun atau baru 30 persen dari target Perpres No. 54/2020 sebesar Rp1.254,1 triliun.

"Kita melihat possibility penurunan dari gerak ekonomi yang berarti kemampuan kita untuk meng-collect pajak itu berkurang. Possibility di bulan ke depan ada pelemahan lagi," ujarnya melalui video conference, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh penurunan cukup dalam pada Pajak Penghasilan (PPh) migas yang tercatat baru Rp15 triliun atau turun 32,3 persen (yoy). Hal tersebut akibat adanya penurunan harga minyak dunia.

"Kalau PPh Migas dengan penurunan harga migas yang cukup dalam maka PPh migas terkontraksi 32,3 persen dibandingkan tahun lalu. Kalau pajak non migas tumbuh negatif 1,3 persen dibanding tahun lalu," lanjutnya.

Di sisi lain, realisasi pajak nonmigas tercatat sebesar Rp361,7 triliun atau 29,9 persen terhadap APBN. Penurunan sektor ini tak lepas dari menurunnya aktivitas ekonomi karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

"Memang kegiatan usaha kita menurun karena ada PSBB dan COVID-19," lanjutnya.

Sementara itu, untuk realisasi penerimaan PPh nonmigas sebesar Rp226,5 triliun atau 34,3 persen dari target Rp659,6 triliun. Sedangkan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tercatat sebesar Rp132,8 triliun atau 25,1 persen dari target Rp529,7 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp0,4 triliun, serta pajak lainnya Rp1,9 triliun.

"Komposisi PPN-nya tumbuh tapi kecil sekali hanya 1,9 persen dan pantauan kita dari data transaksi bulan lalu terjadi penurunan transaksi bulan lalu sehingga Mei bisa terjadi kontraksi lebih dalam untuk PPN," tambahnya. []