News

Penerima Bansos Di DKI Harap Sabar, Pencairan Masih Menunggu Pemadanan Data

Data penerima ganda sedang dicek sebelum dilakukan pemutakhiran


Penerima Bansos Di DKI Harap Sabar, Pencairan Masih Menunggu Pemadanan Data
Seorang warga menunjukkan rekening Bank DKI saat pembagian bantuan sosial tunai di Kawasan Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan belum tuntasnya pemadanan data ganda penerima menjadi penyebab bantuan sosial tunai (BST) hingga saat ini belum bisa dicairkan. 

"Iya (masih) menunggu penyelesaian pemadanan," katanya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2021).

Ariza, demikian ia disapa, mengatakan bahwa pemadanan data terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Sosial. Dia mengatakan jika sudah selesai dilakukan pemadanan, bantuan sosial yang terlambat cair bisa langsung dicairkan.

"Yang ganda-ganda akan dicek kembali, kemudian juga yang paling penting biasanya dimutakhirkan apakah tadinya belum dapat jadi dapat, atau yang sudah dapat selama ini karena ada peningkatan jadi tidak dapat," ujarnya.

Penyaluran BST di DKI sendiri telah dilakukan mulai dua pekan lalu. Uang tunai sebesar Rp300 ribu di DKI telah ditransfer ke masing-masing rekening penerima manfaat. Namun, total ada 99.450 dari keseluruhan penerima bansos sebanyak 1 juta Kepala Keluarga tanggungan Pemprov DKI yang bantuannya belum bisa dicairkan karena alasan data ganda. 

Meski harus menunggu lama jawaban Kemensos atas masalah itu, namun Ariza memakluminya. Perbaikan data ganda menurutnya bukan perkara muda yang dapat dituntaskan dalam sekejap.

Ariza mengaku data ganda penerima bansos baru terjadi pertama kali di DKI. Hal yang sama, dicontohkan Ariza, tidak terjadi pada saat Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat menyalurkan bansos tahun lalu, atau saat awal-awal Covid-19 menebar ancaman di Ibu Kota.

"Selama ini tidak ada masalah kemarin tahun lalu tidak ada masalah kami tahun lalu sudah berkoordinasi juga dengan Kemensos tidak ada masalah terkait pendataan," tuturnya.[]