News

Penerapan PSSB di DKI Jakarta, Polri: Ada 3474 Pelanggaran Tak Sesuai Peraturan


Penerapan PSSB di DKI Jakarta, Polri: Ada 3474 Pelanggaran Tak Sesuai Peraturan
Kendaraan melintasi sekitar videotron yang memperingatkan terkait COVID-19 di Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Minggu (12/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pelanggaran atas penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dikenakan sanksi pidana satu tahun penjara dan denda Rp100 juta. Penerapan terkait sanksi tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 27 Pergub PSBB DKI Jakarta. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penularan virus Corona atau Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta telah berjalan selama 4 hari. Polri mencatat masih ada masyarakat yang tak mematuhi aturan PSBB dan melanggar ketentuan peraturan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono menjelaskan sebanyak 3.474 warga melakukan pelanggaran aturan PSBB pada 13 April 2020. Rinciannya sebanyak 2.304 melanggar karena tidak memakai masker dan 787 melanggar pembatasan penumpang dalam kendaraan pribadi. 

"Jadi untuk hari kemarin, Senin tanggal 13 kemudian kita cek berkaitan dengan penerapan PSBB itu sejauh mana. Kita dapat itu ada 3474 pelanggar. Yaitu 2304 tidak menggunakan masker, 787 melebih kapasitas, misalnya dalam satu kendaraan yang harusnya isi 3 orang, jadi 4 orang. Itu melebihi kapasitas," kata Brigjen Argo, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Ia melanjutkan, pelanggar lain adalah pengendara roda dua yang masih berboncengan. Ada 383 pelanggaran sepeda motor karena berboncengan, karena ketentuan tidak diperbolehkan.

Diketahui, dalam aturan PSBB, pengendara sepeda motor diperbolehkan berboncengan asalkan satu tujuan atau satu alamat.

"Kemudian untuk roda dua ini adalah sejumlah 383, ini adalah berboncengan dan yang dibonceng tidak satu alamat. Kalau satu alamat kan bisa dengan istri, suami atau anaknya," ujarnya.

Lebih lanjut, Polri juga selalu memberikan himbauan dan edukasi kepada masyarakat untuk mengikuti aturan PSBB dari pemerintah. Himbauan untuk menjaga jarak atau sosial distancing dan menjaga jarak fisik sudah disebar melalui platform media sosial atau media lainnya.

"Dengan adanya jumlah yang ada, kemudian kami melakukan himbauan agar masyrakat melakukan sosial distancing, kita menggunakan banner, spanduk dan lain-lain. Himbauan sebanyak 46454 kali. Kita kedepankan upaya preventif dan preemtif. Untuk represif itu kita gunakan terakhir kali ya," pungkasnya. []

Ridwansyah Rakhman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu