Ekonomi

Penerapan APBN 2021 Kurang Memuaskan, Deretan 'Dosa'Pemerintah Ini Disinggung Fraksi PKS!

kinerja pemerintahan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun 2021 masih kurang memuaskan


Penerapan APBN 2021 Kurang Memuaskan, Deretan 'Dosa'Pemerintah Ini Disinggung Fraksi PKS!
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hermanto, dalam Rapat Paripurna DPRI RI, Selasa (5/7/22). (tangkapan layar youtube)

AKURAT.CO, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hermanto menyampaikan pihaknya memberikan beberapa catatan penting. Secara umum menilai kinerja pemerintahan dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 masih kurang memuaskan.

“ Kinerja pemerintah masih kurang memuaskan berdampak tidak timbulnya upaya penanganan pandemi dan menjaga kesejahteraan rakyat. Itu terkait dengan kualitas, akuntabilitas keuangan negara,” ucap Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hermanto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (5/7/2022).

Fraksi PKS mencermati tidak tercapainya target penurunan kemiskinan yang ditugaskan pemerintah pada tahun 2021, terakhir September sentuh 9,71 persen. Sementara target APBN 2021 ada pada kisaran 9,2 sampai 9,7 persen. 

baca juga:

“ Fraksi PKS memandang pemerintah harus mengantisipasi lebih serius, dampak naiknya harga-harga pangan dan komoditas kenaikan harga membuat batas garis kemiskinan bergerak naik turunnya berstatus akan berpotensi menjadi miskin,” jelasnya.

Tak hanya itu, Fraksi PKS juga menilai ketidakmampuan pemerintah dalam menjaga kesinambungan fiskal yang terlihat dari masih tingginya defisit keseimbangan mencapai 2,54 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“ Kebijakan fiskal yang diambil pemerintah belum efektif tidak hanya pendapatan dengan bahasa yang masih tinggi, bahkan anggaran tidak mampu untuk membayar beban bunga utang. Bahwa kenaikan rasio utang tahun 2021 menjadi sebesar 40,74 persen dari PDB,” lanjutnya.

“Demikian pandangan Fraksi PKS DPR RI agar dapat menjadi perhatian dan dapat ditindaklanjuti dalam pembahasan,” tambahnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“IMF mengoreksikan sebesar 0,8 persen lebih rnudah untuk tahun ini dan tahun depan 0,2 persen. World Bank juga memproyeksikan lebih rendah 0,2 persen untuk tahun depan,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Kerja Banggar dengan Menkeu dan Gubernur BI, Jumat (1/7/2022). 

IMF memproyeksi pertumbuhan Indonesia pada 2022 mencapai 5,4 persen, Bank Dunia 5,1 persen, ADB 5 persen, Moody’s 5,3 persen, S&P 5,2 persen dan konsensus pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diramalkan sebesar 5,2 persen.[]