News

Penembakan Massal Tewaskan 18 Anak SD di AS, Joe Biden: Saya Muak dan Lelah

Joe Biden mendesak anggota Kongres agar segera mengesahkan undang-undang pengendalian senjata.


Penembakan Massal Tewaskan 18 Anak SD di AS, Joe Biden: Saya Muak dan Lelah
Joe Biden dan Demokrat berupaya meloloskan kebijakan pengendalian senjata di Amerika Serikat, tetapi selalu dijegal oposisi Republik di Senat. (REUTERS)

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bereaksi keras atas tewasnya 18 anak-anak dan 1 orang dewasa dalam penembakan massal di SD Texas pada Selasa (24/5). Ia meminta warga AS untuk menentang lobi senjata dan mendesak anggota Kongres agar mengesahkan undang-undang (UU) pengendalian senjata.

Dilansir dari Reuters, Biden menuntut tindakan atas tragedi tersebut, tetapi tak menjelaskan tindakan apa yang ingin ia ambil. Pemimpin itu juga menyerukan pemungutan suara khusus di Kongres atau kebijakan.

"Saya berharap saya tak perlu melakukan ini lagi selama menjadi presiden. Orang tua korban tak akan pernah melihat anak mereka lagi, tak akan pernah melihat mereka pergi tidur, dan berpelukan dengan mereka," ungkapnya.

baca juga:

Biden pun meminta warga AS untuk melawan perasaan tak berdaya karena kembali menyaksikan penembakan massal.

"Saya muak dan lelah. Kita harus bertindak. Jangan bilang kita tak bisa berdampak pada pembantaian ini," serunya.

Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih dan di gedung federal AS hingga matahari terbenam pada Sabtu (28/5).

Amerika Serikat adalah masyarakat paling bersenjata berat di dunia, menurut kelompok penelitian Small Arms Survey yang berbasis di Jenewa. Kepemilikan senjata tersebar luas di negara bagian kecil, pedesaan, dan kebanyakan dipimpin Partai Republik. Namun, mereka punya pengaruh di Senat AS, di mana diperlukan supermayoritas 60 suara untuk meloloskan sebagian besar UU di forum 100 kursi.

Penembakan massal di AS kerap diikuti protes massa dan seruan aksi oleh politisi Demokrat. Namun, kebijakan keamanan senjata federal, seperti pemeriksaan latar belakang yang lazim di negara lain, terganjal oleh kuatnya oposisi Republik.

Terjadi 61 insiden 'penembak aktif' di AS tahun lalu, naik tajam dari tahun sebelumnya dan jumlah tertinggi dalam lebih dari 20 tahun, menurut laporan FBI pekan ini.

Ketika mencalonkan diri ke Gedung Putih, Biden berjanji untuk memajukan kebijakan keamanan senjata dan mengurangi puluhan ribu kematian tahunan akibat senjata di negaranya. Namun, ia dan Demokrat gagal meraup suara di Senat yang dibutuhkan untuk meloloskan RUU mereka.

Pada 1994, saat menjadi senator dari Delaware, Biden memberlakukan larangan 10 tahun atas senjata serbu dengan perolehan suara 52-48 di Senat AS, tetapi tak diperbarui pada 2004. []