News

Penembakan Massal di Peringatan Kemerdekaan AS, 6 Tewas saat Pawai

Dari atap, seorang pria menggunakan senapan bertenaga tinggi untuk menembaki kerumunan parade Hari kemerdekaan AS di Highland Park, Illinois.


Penembakan Massal di Peringatan Kemerdekaan AS, 6 Tewas saat Pawai
Masyarakat yang panik meninggalkan barang-barang mereka di tepi jalan untuk menyelamatkan diri dari penembakan massal selama parade Hari Kemerdekaan AS di Highland Park, Illinois, AS, pada Senin (4/7). (CNN)

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) kembali diguncang aksi penembakan massal yang terjadi saat parade Hari Kemerdekaan di Chicago. Akibatnya, 6 orang tewas dalam tragedi tersebut. Seorang tersangka pun telah ditangkap polisi.

Dilansir dari BBC, seorang pria bersenjata menggunakan senapan bertenaga tinggi untuk menembaki kerumunan pawai dari atap. Sedikitnya 24 orang terluka dan 6 orang tewas di Kota Highland Park, Illinois.

Robert E Crimo III ditahan setelah pengejaran singkat. Polisi awalnya memburunya sebagai 'orang yang berkepentingan' dalam aksi penembakan pada Senin (4/7) tersebut. Setelah ditangkap, mereka yakin ia bertanggung jawab atas tragedi itu.

baca juga:

Hari Kemerdekaan AS Bersimbah Darah, Penembakan Massal Tewaskan 6 Orang saat Pawai - Foto 1
Highland Park Police Department

Pemuda 22 tahun ini menembaki pawai sekitar pukul 10.15 waktu setempat, hanya beberapa menit setelah dimulai. Acara ini dijadwalkan untuk menampilkan kendaraan hias, marching band, dan hiburan masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan AS di kota tersebut. Namun, acara yang seharusnya menjadi salah satu paling membahagiakan tahun ini sontak berubah menjadi horor. Masyarakat yang panik berhamburan melarikan diri dari tempat kejadian.

Tersangka diyakini menembaki massa dari atap toko terdekat. Di sana, polisi mengaku menemukan bukti senjata api. Lima orang dewasa tewas di tempat kejadian, sedangkan 1 korban lainnya meninggal di rumah sakit terdekat.

"Kami pergi untuk menikmati kebersamaan keluarga yang menyenangkan. Kemudian, tiba-tiba terjadi penembakan. Awalnya, saya mengira itu ledakan knalpot mobil. Kemudian orang-orang mulai berlari, jadi kami ikut berlari," ungkap Anand P yang berada di lokasi pawai.

Saksi lain, Noel Hara, bercerita sedang sarapan di Starbucks setelah mengantar putranya ikut pawai. Kemudian, terjadilah kepanikan itu.

"Sekitar 30 orang tiba-tiba datang berteriak. Kami terkunci di kamar mandi Starbucks. Beberapa saat kemudian, mereka mengevakuasi kami dari Starbucks karena mengira penembaknya mencoba masuk dari pintu belakang," tutur Hara.

Belum ada tuntutan yang diajukan terhadap Crimo dan belum ada indikasi motif apa pun. Sementara itu, perusahaan media sosial menangguhkan akun yang diduga milik Crimo. Akun tersebut mengunggah video rap dengaan nama samaran.

Serangan di Highland Park terjadi hanya sebulan setelah penembakan mematikan di Uvalde, Texas dan Buffalo, New York.[]