News

Penembakan Brigadir J Versi Ricky Rizal: Disuruh Jongkok Lalu Dibunuh

Penembakan Brigadir J Versi Ricky Rizal: Disuruh Jongkok Lalu Dibunuh
Terdakwa Ricky Rizal saat menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel, Senin, (7/11/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Terdakwa Ricky Rizal membeberkan kronologi penembakan terhadap Brigadir J yang diketahuinya.

Ricky bercerita saat itu dirinya sedang berada di pekarangan rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, bersama Brigadir J. Kemudian Kuat Ma'ruf masuk ke dalam rumah karena dipanggil oleh Ferdy Sambo. Ketiganya lalu masuk ke dalam rumah posisi Brigadir J berjalan paling depan.

"Om Kuat keluar, 'Om-om, dipanggil bapak. Om Ricky sama Om Yosua dipanggil Bapak'" jelas Ricky menirukan ucapan Kuat Ma’ruf dalam memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022). 

baca juga:

Saat masuk ke dalam rumah, Ricky mengaku sudah melihat Ferdy Sambo di sebelah kiri dan Richard Eliezer sebelah kanan. 

"Terus saat masuk itu, saya jalan masuk itu, Yosua sudah berhadapan. Si Pak Ferdy Sambo ada di sebelah kiri, si Richard ada di sebelah kanannya, terus Om Kuat ada di kiri, ada belakangnya Pak FS agak berjarak, terus saya jalan," ujar Ricky.

Saat itu, Ferdy Sambo langsung mengintimidasi Brigadir J. Menurut Ricky, saat itu Ferdy Sambo mencengkram leher Brigadir J sambil meminta untuk berjongkok. 

Kemudian, Brigadir J bertanya 'ada apa?'. Bukannya dijawab, Ferdy Sambo malah menyuruh Brigadir J jongkok. Setelah itu, Richard langsung mengeluarkan senjata. 

"Terus saya jalan, saya lihat kek seperti ini ‘apa pak, ada apa pak?’ terus ‘jongkok, jongkok’. Si Richard langsung ngeluarin senjata Yang Mulia, begitu si Yosua mundur karena kan enggak mau jongkok, mundur, si Richard lepasin tembakan, 'kenapa ini' terus dor gitu Yang Mulia," Ricky memaparkan.

Melihat kejadian itu, Ricky kaget. 

"Di situ saya kaget, kok ditembak, kenapa?. Terus ditembak sampai jatuh Yang Mulia," ujarnya.

Saat itu, ajudan Ferdy Sambo lainnya, Adzan Romer, menanyakan peristiwa yang terjadi di dalam rumah. Setelah masuk ke arah dapur, ia tidak melihat ada orang, kemudian Ricky masuk lagi ke dalam rumah dan melihat Ferdy Sambo menembak dinding rumah.

"Saya ke dapur (karena mendengar suara Romer tapi) lihat enggak ada orang. Terus saya lihat ke tengah lagi, Pak FS lagi nembakin dinding Yang Mulia. Setelah itu saya hanya nunggu di dekat dapur 'kenapa ini? Ada apa?' Kan sempat takut Yang Mulia di situ, kok bisa ada peristiwa seperti ini," ucapnya.

Setelah penembakan terjadi, Ricky menyebut Ferdy Sambo keluar rumah tidak lama kemudian Romer masuk ke dalam. Setelah itu, dia ke arah dapur dan Kuat Ma'ruf juga dilihatnya keluar ke arah garasi. Setelah itu, dia diperintah Sambo untuk mengantar Putri Candrawathi ke rumah di Saguling.

"Enggak berapa lama, bapak keluar dengan ibu. Ibu nangis tapi dirangkul bapak melewati saya. Saya ikut ke garasi, bapak ibu carpot, terus panggil saya, 'antar ke Saguling'" sebut Ricky.