Ekonomi

Peneliti: UU Cipta Kerja Buka Peluang Peningkatan Investasi Asing di Sektor Pertanian

Pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja membuka peluang peningkatan investasi asing langsung sektor pertanian seperti di perkebunan, peternakan, dan hortikultura.


Peneliti: UU Cipta Kerja Buka Peluang Peningkatan Investasi Asing di Sektor Pertanian
Petani memetik biji kopi di Kampung Mulyasari, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/6/2018). Kemenko Perekonomian menyebutkan volume ekspor kopi Indonesia pada Januari-April 2020 sebesar 158.780 ton, atau tumbuh 1,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Head of Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Amanta mengatakan, pengesahan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja membuka peluang pada peningkatan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di sektor pertanian, seperti di perkebunan, peternakan, dan hortikultura.

Adanya peluang untuk meningkatkan investasi di sektor ini diharapkan mampu berdampak positif pada kesejahteraan petani di Tanah Air dan peningkatan produksi pertanian domestik.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang tumbuh positif di masa pandemi COVID-19. Namun, kesejahteraan petani dan efisiensi sektor pertanian di Tanah Air juga masih jauh dari harapan.

“Masuknya investasi dapat membantu membentuk sektor pertanian yang resilien dan berkelanjutan melalui pendanaan riset dan pengembangan, teknologi, maupun pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat,” Kata Felipa lewat keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Terbukanya peluang untuk investasi pertanian dapat dilihat dari beberapa perubahan, seperti dihapuskannya batasan PMA di komoditas hortikultura (UU 13 Tahun 2010) yang sebelumnya dibatasi di 30 persen dan juga di komoditas perkebunan (UU 39 Tahun 2014).

Selain itu, UU Omnibus Cipta Kerja juga akan mendorong usaha pengolahan hasil perkebunan melalui kemudahan akses bahan baku karena menghapuskan ketentuan minimal 20 persen bahan baku dari kebun yang diusahakan sendiri. Pengurusan perizinan berusaha juga dipermudah lewat pemerintah pusat.

“Perubahan-perubahan ini idealnya disikapi positif oleh para pelaku usaha dan pekerja pertanian di Indonesia karena masuknya investasi akan membuka lapangan pekerjaan, kesempatan untuk mempelajari teknologi dan pengetahuan baru dan juga membuka peluang ekspor. Namun undangan investasi ini harus memastikan adanya proses transfer teknologi dan pengetahuan supaya para pekerja Indonesia juga mendapatkan manfaat dari para investor dan juga mengikuti ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku, serta memastikan perlindungan lingkungan,” tegasnya.

Beberapa hal yang perlu dipastikan berjalan dengan masuknya investasi di sektor pertanian, antara lain, adalah adanya pengembangan riset dan inovasi pertanian, transfer teknologi dan pengetahuan untuk mendukung modernisasi pertanian.

Disertai dengan ini, sektor pertanian diperkirakan dapat menikmati peningkatan produktivitas, terutama pada komoditas bernilai tinggi, dan peningkatan kualitas seperti hasil panen kopi dan coklat. Bahkan jika hasil panen disertifikasi, dapat juga memperluas akses pasar karena sertifikasi Good Agriculture Pratice atau sistem tanam berkelanjutan diminati di pasar Eropa.