Tech

Penelitian Sebut 88% Karyawan di Indonesia Siap Meeting di Metaverse

Penelitian Sebut 88% Karyawan di Indonesia Siap Meeting di Metaverse
Ilustrasi Metaverse. (Dok. Ciena )

AKURAT.CO Perusahaan sistem jaringan, layanan dan software, Ciena melakukan penelitian global terkait para profesional bisnis untuk berkolaborasi di dunia virtual. 

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sebanyak 98 persen responden di Indonesia mengakui value dari rapat virtual dan 88 persen menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada. Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78 persen. 

"Di Indonesia, jelas ada semangat untuk menerima metaverse atau enhanced reality space di tempat kerja," ucap Dion Leung, Regional Managing Director, Ciena ASEAN, dalam siaran pers, Rabu (28/9).

baca juga:

Penelitian ini dilakukan melalui survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara. Di mana penelitian tersebut menemukan bahwa 66 persen pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual dan minimalnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka. 

Sementara lebih dari setengah atau 55 persen responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi. Begitu juga mayoritas profesional bisnis di Indonesia, 92 persen sudah merasa nyaman menggelar rapat formal, contohnya rapat HR, di ruang virtual. 

Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas. 

Sebanyak 59 persen responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual. Faktor lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52 persen), atau teknologi yang belum tersedia (43 persen). 

Banyak bisnis sudah mendorong maju rencana inovasi digital mereka dalam beberapa tahun terakhir dan preferensi profesional bisnis terhadap lingkungan kerja hybrid paling jelas di antara para responden.

Walaupun sering disebut sebagai tool yang consumer-centric, profesional bisnis di Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menggunakan enhanced reality platform untuk bekerja (58 persen) ketimbang untuk berbelanja (55 persen) dan bersosialisasi (53 persen).