News

Penelitian Oxford Buktikan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta India

Dua dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca efektif terhadap varian Delta, bahkan menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen dari rawat inap.


Penelitian Oxford Buktikan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Efektif Lawan Varian Delta India
Menurut penelitian, vaksin COVID-19 AstraZeneca efektif melawan varian Delta (B.1.617.2) dan Kappa (B1.617.1) yang pertama kali terdeteksi di India. (Foto: REUTERS)

AKURAT.CO Sebuah penelitian dari Universitas Oxford membuktikan bahwa vaksin COVID-19 AstraZeneca efektif melawan varian Delta (B.1.617.2) dan Kappa (B1.617.1) yang pertama kali terdeteksi di India. Fakta ini diungkapkan melalui laman resmi AstraZeneca pada Selasa (22/6).

Dilansir dari Reuters, studi yang dirilis di jurnal Cell ini meneliti kemampuan antibodi monoklonal dalam darah milik orang yang telah pulih dan milik orang-orang yang divaksinasi untuk menetralkan varian Delta dan Kappa. Hasilnya, netralisasi terhadap varian Delta dan Kappa serupa dengan yang terlihat pada varian Alpha (B.1.1.7) dan Gamma (P.1, sebelumnya disebut varian Brasil), tanpa bukti pelepasan antibodi yang meluas seperti yang terlihat pada varian Beta (B.1.351, sebelumnya disebut varian Afrika Selatan). Ini menunjukkan indikasi awal bahwa tingkat perlindungan yang sama dapat dicapai dalam situasi dunia nyata. 

Baca Juga: Penelitian Ini Buktikan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Ampuh Cegah Rawat Inap hingga 92 Persen

Hasil ini senada dengan analisis terbaru oleh Badan Kesehatan Publik Inggris yang menunjukkan 2 dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca efektif terhadap varian Delta, dengan tingkat perlindungan yang sama seperti pada varian Alpha. Bahkan, vaksin ini menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90 persen dari rawat inap.

"Kami terdorong untuk melihat hasil non-klinis yang diterbitkan Oxford. Data ini, bersama analisis awal situasi nyata dari Badan Kesehatan Publik Inggris, memberi kami indikasi positif bahwa vaksin kami dapat berdampak signifikan pada varian Delta. Ini memberi kami harapan besar bahwa vaksin kami akan terus memberikan perlindungan bagi masyarakat di seluruh dunia, meski varian baru ini terus menyebar," ungkap Wakil Presiden Eksekutif Mene Pangalos.

Varian Delta menjadi versi penyakit yang dominan secara global saat ini, menurut kepala ilmuwan WHO pada Jumat (18/6).[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co