News

Penelitian Ini Buktikan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Ampuh Cegah Rawat Inap hingga 92 Persen

Untuk varian delta India, 1 dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca 71 persen ampuh mencegah rawat inap, sedangkan efektivitas 2 dosis mencapai 92 persen.


Penelitian Ini Buktikan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Ampuh Cegah Rawat Inap hingga 92 Persen
Seorang pria disuntik vaksin COVID-19 dari AstraZeneca dalam program vaksinasi massal di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (15/6). (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO Berdasarkan penelitian, vaksin AstraZeneca mampu melindungi penerimanya dari rawat inap hingga 71 persen setelah 1 dosis dan 92 persen setelah 2 dosis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Masyarakat Inggris menemukan bahwa vaksinasi dengan 2 dosis vaksin AstraZeneca dan Pfizer menawarkan perlindungan tinggi terhadap rawat inap. Penelitian ini dilakukan pada 14.019 orang yang terinfeksi varian delta (B.1.617.2) di Inggris.

Dari 14.019 orang yang terinfeksi varian delta, hanya 166 yang memerlukan rawat inap. Penelitian ini dilakukan pada 12 April hingga 4 Juni.

Untuk vaksin AstraZeneca, efektivitasnya terhadap rawat inap setelah vaksinasi lengkap adalah 92 persen, sedangkan untuk Pfizer mencapai 96 persen. Hasil tersebut telah diunggah sebagai pracetak karena belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Sebelumnya, Badan Kesehatan Masyarakat Inggris menemukan vaksin tetap efektif melawan varian delta, meski ada pengurangan. Dalam kasus varian delta, vaksinasi lengkap mampu melindungi dengan baik terhadap penyakit bergejala. Efektivitasnya terhadap penyakit bergejala mencapai 67 persen untuk AstraZeneca dan 88 persen untuk Pfizer.

Baca Juga: Virus COVID-19 Varian Delta Menyebar dengan Cepat dan Sudah Terindentifikasi di 74 Negara

Sementara itu, satu dosis AstraZeneca dan Pfizer menawarkan efektivitas yang tinggi terhadap rawat inap. Dalam kasus varian delta, 1 dosis vaksin AstraZeneca menawarkan perlindungan 71 persen terhadap rawat inap, sedangkan 2 dosis menawarkan perlindungan 92 persen. Untuk vaksin Pfizer, perlindungan terhadap rawat inapnya mencapai 94 persen setelah 1 dosis dan 96 persen setelah 2 dosis.

"Memahami efektivitas terhadap titik akhir yang lebih parah, seperti rawat inap di rumah sakit, sangat penting dalam mengevaluasi risiko varian delta pada penduduk. Data ini meyakinkan untuk India. Ke depannya, saya pikir kita harus menggunakan pendekatan pemodelan yang menjabarkan strategi implementasi yang berbeda dan membandingkan dampaknya pada berbagai tahap pandemi," komentar Dr Gagandeep Kang, profesor mikrobiologi di CMC Vellore.

Menurut studi pracetak lainnya yang terbit ada 24 Mei, perlindungan terhadap semua infeksi bergejala setelah dosis tunggal AstraZeneca hanya 33,5 persen terhadap varian delta dan 51,1 persen terhadap varian beta (B.1.1.7). Setelah dosis kedua, perlindungan terhadap semua infeksi bergejala meningkat menjadi 59,8 persen dalam kasus varian delta dan 87,9 persen terhadap varian beta.

Penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan vaksin terhadap infeksi bergejala memang relaitif kurang. Namun, vaksin ini efektif mencegah penerimanya mengalami COVID-19 parah yang memerlukan rawat inap di rumah sakit.[]