Lifestyle

Peneliti Oxford Sarankan Anak Makan dengan Mulut Terbuka

Ilmuwan dari Universitas Oxford menyarankan, anak-anak sebaiknya mengunyah dengan mulut terbuka atau dikenal mengecap. 


Peneliti Oxford Sarankan Anak Makan dengan Mulut Terbuka
Ilustrasi anak makan buah (Freepik)

AKURAT.CO  Ilmuwan dari Universitas Oxford menyarankan, anak-anak sebaiknya mengunyah dengan mulut terbuka atau dikenal mengecap. 

Rekomendasi ini tentunya bertentangan dengan aturan orang tua secara turun-temurun, yang menilai bahwa anak yang mengunyah dengan mulut terbuka identik dengan makan berantakan, berisik dan tidak sopan.

Diketahui, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Psikologi Eksperimental Oxford, Charles Spence sedang melihat apa yang memengaruhi persepsi seorang anak tentang makanan untuk mempelajari lebih lanjut tentang fungsi otak. 

baca juga:

Hasil penelitian ini pun mengklaim bahwa makan dengan mulut terbuka membuat rasa makanan menjadi lebih enak. 

Penelitian itu didasarkan pada daging, buah, dan sayuran yang semuanya mengandung senyawa organik, yang mudah menguap.

Senyawa itu membuat aroma khas dan berkontribusi pada rasa makanan. 

Penelitiam ini juga mengatakan, mengunyah dengan mulut terbuka membantu lebih banyak senyawa mencapai bagian belakang hidung, yang memicu neuron sensorik penciuman yang meningkatkan pengalaman makan.

Prof  Spence, yang melakukan penelitian untuk apel Pink Lady, mengatakan bahwa mengunyah dengan mulut terbuka sebenarnya dapat berkontribusi pada indra penciuman dan persepsi secara keseluruhan anak. Sementara itu, mengunyah dengan mulut tertutup dianggap lebih sopan dalam banyak budaya.

Dia juga mengatakan seseorang harus makan dengan tangan, jika memungkinkan untuk menikmati rasa sentuhan.

"Dan ketika berbicara tentang suara, kita menyukai makanan yang berisik, pikirkan garing, renyah. Untuk mendengar derak apel, keripik kentang, wortel, biskuit, roti kering, atau segenggam popcorn, kita harus selalu mengesampingkan sopan santun dan mengunyah dengan mulut terbuka," kata Spence, dilansir dari laman The Sun, pada Kamis (18/8/2022).

Meski dengan mulut terbuka, mengunyah makanan sebaiknya dilakukan secara seimbang di kedua sisi mulut. Kebiasaan hanya mengunyah di satu sisi bisa berdampak terhadap kebersihan mulut.

Dokter spesialis konservasi gigi dari Rumah Sakit Pelni Jakarta, Rosdiana Nurul Annisa mengatakan air liur akan diproduksi ketika seseorang mengunyah. 

"Salah satu fungsi dari saliva atau air liur itu untuk membersihkan mulut, jadi biasanya sisi yang tidak pernah dipakai mengunyah justru lebih banyak karang giginya," kata Rosdiana beberapa waktu lalu.

Dokter gigi dari Universitas Indonesia itu menjelaskan sendi di sisi mulut yang tidak dipakai mengunyah akan melemah karena tidak bekerja. Gigi pada sisi yang dipakai untuk mengunyah mendapat beban yang lebih berat karena semua dipusatkan di situ.

Rosdiana menjelaskan ada kemungkinan mengunyah hanya di satu sisi disebabkan rasa tidak nyaman pada rongga sebelah. No

Sumbernya bervariasi, mungkin ada gigi yang berlubang yang membuat sisa makanan tersangkut ke dalamnya. "Pokoknya sesuatu yang bikin dia tidak bisa mengunyah di sisi lain," ujar Rosdiana.