News

Pendeta Gilbert: Ferdy Sambo Tidak Niat Bunuh Brigadir J

Pendeta Gilbert: Ferdy Sambo Tidak Niat Bunuh Brigadir J
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (tengah) berjalan keluar ruangan usai mengikuti sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022) dini hari. (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Pendeta Gilbert Lumoindong menyebut eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tidak niat membunuh ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Gilbert mengatakan, Sambo hanya ingin memberi pelajaran kepada Brigadir J karena diduga melecehkan istrinya, Putri Candrawathi. 

"Bharada E diperintahkan menembak maksudnya bukan membunuh," kata pendeta Gilbert dalam sebuah video di saluran Youtubenya, Kamis (29/9/2022). 

baca juga:

Selain itu, Gilbert mengungkap Sambo ingin memanggil ambulans sebelum Brigadir J meninggal dunia. Namun, takdir berkata lain, Brigadir J meninggal di hadapan Sambo.

“Ada upaya memanggil ambulans untuk berharap tidak fatal kejadiannya, tapi rupanya meninggal dan karena gak mau cerita ini diketahui publik dan sangat memalukan,” ungkap Gilbert.

Gilbert juga membantah pernyataan Kamaruddin Simanjuntak soal motif pembunuhan karena adanya 'si cantik'. Di mana Sambo dikabarkan telah dinikahkan dengan ‘si cantik’ oleh seorang rohaniwan.

"Saya pikir itu rohaniawan gila kali, kita kan Kristen tidak mengenal pernikahan siri. Makin ke sini terlihat garingnya,” katanya.

"Ini merupakan aib yang menakutkan kalau seorang istri jenderal bintang dua diperkosa oleh ajudannya. Kelihatannya FS mau menutupi cerita ini dan tak mau membongkarnya karena dalam keadaan yang sangat marah di tengah diberitahu istrinya bahwa kejadian itu terjadi di Magelang, kemudian baru diceritakan setelah tiba di Jakarta," kata Pendeta Gilbert.[]