News

Pendemo 2 Tahun Jokowi-Maruf Sampaikan 13 Tuntutan, Salah Satunya Usir TKA Asal China

Unjuk Rasa Diikuti Lebih Dari 1000 orang


Pendemo 2 Tahun Jokowi-Maruf Sampaikan 13 Tuntutan, Salah Satunya Usir TKA Asal China
Massa dari buruh, mahasiswa dan sejumlah elemen lainnya menggelar unjuk rasa 2 tahun pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin, Kamis (28/10/2021). (Akurat.co/Badri)

AKURAT.CO, Massa yang melakukan unjuk rasa evaluasi 2 tahun kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin tertahan di Patung Kuda. Mereka tak bisa mendekat ke Istana Negara karena dibatasi kawat duri.

Silih berganti mereka menyampaikan tuntutan dari pengeras suara.

"Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut Omnibus Law dan aturan turunannya," kata seorang pengunjuk rasa membacakan salah satu tuntutan di atas mobil komando saat demo hari ini, Kamis (28/10/2021).

Ada 13 tuntutan yang mereka sampaikan. Selain mencabut UU Cipta Kerja atau Omnibus Law dan seluruh aturan turunannya yakni PP No 35, 36 dan 37, tuntuan kedua pengunjuk rasa adalah menolak penghapusan upah sektoral, dan meminta pemberlakuan upah sektoral seperti semula. Mereka juga meminta pemerintah memberlalukan kenaikan UMK 15 persen.

Lalu menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, menghentikan praktik kriminalisasi dan penangkapan aktivis, menuntut persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga, menjamin perlindungan kepada kaum buruh di semua sektor.

Kemudian mengusut tuntas dugaan kasus korupsi BPJS ketenagakerjaan dan bantuan sosial Covid-19, meminta agar 58 pegawai KPK dikembalikan ke instansi mereka, menghentikan rencana liberalisasi agraria dan pembentukan Badan Bank Tanah, dan melaksanakan reforma agraria sejati sebagai jalan pemenuhan reforma agraria.

Tiga tuntutan terakhir yakni menggratiskan biaya pendidikan di masa pandemi, setop kapitalisasi dan komersialisasi sistem pendidikan serta demokratisasi dan kebebasan berekspresi di kampus.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menyatakan buruh yang turun aksi hari ini tergabung dalam Gerakan Buruh bersama Rakyat (Gebrak) mencapai 1.000 buruh.

Elemen buruh yang turut bergabung dalam aksi adalah Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI).

Selain itu ada juga mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, petani, miskin kota, pemuda, pelajar, jurnalis, perempuan, nelayan, pembela Hak Asasi Manusia (HAM), dan lembaga bantuan hukum.

Pantauan di lapangan, polisi telah menutup Jalan Merdeka Barat dengan kawat berduri. Nampak sejumlah Polwan dan anggota Kowad TNI ikut berjaga. Selain itu, berdiri di belakang polisi dan TNI, tim medis berpakaian APD lengkap.[]