News

Pendatang Baru Ramai Masuk Jakarta, Wagub DKI Bagikan Tips Hindari Loker Abal-Abal

Kehadiran pendatang baru di Jakarta pada momentum arus balik lebaran merupakan fenomena tahunan di Jakarta.


Pendatang Baru Ramai Masuk Jakarta, Wagub DKI  Bagikan Tips Hindari Loker Abal-Abal
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan halalbihalal di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kehadiran pendatang baru di Jakarta pada momentum arus balik lebaran merupakan fenomena tahunan di Jakarta. Banyak orang berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk mengadu peruntungan. Mereka mengisi pasar kerja di Jakarta. Baik formal maupun non formal. 

Tetapi, tawaran kerja di Jakarta yang menggiurkan itu tetap saja ada potensi bahaya. Karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria merasa perlu membagikan tips terhindar dari jebakan lowongan kerja (Loker) palsu. Berikut tips dari Wagub Riza Patria bagi pencari kerja di Jakarta. Khususnya pendatang baru. 

"Pemprov DKI Jakarta tidak melarang pendatang baru ke Jakarta. Hanya kami mengimbau, sebelum datang pastikan kebenaran informasi terkait lowongan kerja," katanya di akun instagramnya, Selasa (17/5/2022). 

baca juga:

Dia lalu membagikan tips bagi pencarian kerja. 

A. Pastikan sumber lowongan terpercaya. Cek website resmi perusahaan. 

B. Tidak ada pungutan biaya sesuai UU 13 tahun 2003 Pasal 38.

C. Cek emailnya. Pastikan domainnya sama dengan yang tercantum di website perusahaan terkait. 

D. Cek review perusahaan di internet. 

Kemudian, tutur Ariza, untuk mengetahui info lowongan resmi secara online dapat dilihat di webjaknaker.id,karirhub.kemnaker.go.id atau datang lansung ke kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta atau kantor Sudinakertransgi sesuai domisili.

Seperti diketahui bahwa pada arus balik mudik lebaran tahun 2022 ini, Dukcapil DKI memprediksi ada 30 ribu pendatang baru masuk Jakarta. Jumlah itu memang menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tetapi, jumlah itu juga tergolong besar. 

Mereka masuk ke Jakarta untuk berbagai tujuan. Mulai dari mencari kerja, sekolah atau kuliah dan lainnya. Kehadiran mereka menjadi fakta tahunan di Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI memastikan tak akan melakukan operasi yustisi untuk menjaring pendatang baru masuk Jakarta. []