Ekonomi

Pendapatan Petani Sawit Lebih Tinggi Dibandingkan Petani Non-Sawit, Kok Bisa?

Pendapatan Petani Sawit Lebih Tinggi Dibandingkan Petani Non-Sawit, Kok Bisa?
Petani Sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Selasa (17/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pendapatan petani sawit lebih tinggi dibandingkan petani non-sawit atau komoditas lainnya. Secara rataan, pendapatan petani sawit bukan hanya lebih tinggi dari pendapatan petani non-sawit, tetapi juga bertumbuh lebih cepat. Hal ini terungkap dari berbagai studi yang dilakukan dan dirangkum dalam laporan PASPI.

Dalam laporan PASPI diketahui, petani di Riau menikmati peningkatan pendapatan sebesar 200-300 persen setelah 5 tahun melakukan budidaya kelapa sawit. Kemudian pendapatannya terus meningkat menjadi 400-1.300 persen setelah 5-10 tahun membudidaya kelapa sawit dan terus meningkat menjadi 2.200-25.000 persen setelah umur tanaman kelapa sawit menginjak usia lebih dari 10 tahun.

Hasil studi nasional dan internasional dalam laporan PASPI menemukan, selain pendapatan yang diterima lebih tinggi, petani sawit juga memperoleh pendapatan yang stabil karena diperoleh secara regular setiap bulan dari penjualan Tandan Buah Segar (TBS). Syahza et.al., (2013) dalam laporan PASPI juga menemukan bahwa peningkatan pendapatan petani sawit akan meningkatkan daya beli yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

baca juga:

“Peningkatan pendapatan juga tidak hanya dirasakan oleh petani sawit atau rumah tangga petani sawit, tetapi juga turut dirasakan oleh rumah tangga non-petani sawit di desa perkebunan kelapa sawit melalui economic spill overs,” catat laporan PASPI. 

Studi Dib et.,al (2018) dalam laporan PASPI menemukan bahwa salah satu economic spill overs yang dihasilkan dari investasi perkebunan kelapa sawit yang dapat dinikmati oleh masyarakat desa (non-petani sawit) yang tidak secara langsung berpartisipasi dalam perkebunan kelapa sawit yakni melalui penciptaan kesempatan kerja pada sektor ekonomi lainnya. 

“Selain sektor ekonomi yang dikembangkan berdasarkan inisiatif sendiri dari masyarakat desa, perusahaan perkebunan kelapa sawit melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga menginisiasi pengembangan aktivitas dan sektor ekonomi di luar budidaya kelapa sawit. Program CSR tersebut sebagai upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan ekonomi lokal,” catat laporan PASPI. []

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi