Ekonomi

Pendapatan Minyak Jeblok, Arab Saudi Defisit Rp426 Triliun di Kuartal II-2020


Pendapatan Minyak Jeblok, Arab Saudi Defisit Rp426 Triliun di Kuartal II-2020
Bendera Arab Saudi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Arab Saudi membukukan defisit perdagangan senilai US$29 miliar atau setara Rp426 triliun pada kuartal II-2020. Hal ini lantaran berlanjutnya penurunan harga minyak beserta permintaannya yang memengaruhi pendapatan negara jiran tersebut.

Reuters melaporkan pendapatan minyak Arab Saudi untuk April hingga Juni turun 45 persen pada tahun itu, dengan total pendapatan anggaran turun 49 persen dari tahun sebelumnya.

Arab Saudi telah mengambil beberapa langkah penghematan untuk mengendalikan pengeluaran publik dan mengurangi dampak krisis minyak terhadap ekonominya.

“Penghematan dalam pengeluaran sangat penting untuk mengatasi defisit," kata kepala ekonom di Abu Dhabi Commercial Bank, Monica Malik dilansir dari laman Reuters, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Pada tahun ini, pemerintah Saudi telah mengumumkan pemotongan pengeluaran anggaran tahun 2020 sebesar US$13,2 miliar pada beberapa sektor ekonomi dan sosial.

Meski demikian, masalah utama langkah-langkah penghematan tahun ini akan memperlambat pemulihan ekonomi setelah krisis selesai.

Selain itu, Arab Saudi juga berencana untuk berutang untuk melewati masa krisis COVID-19. Sejauh tahun ini, ibu kota Riyadh itu telah meminjam hampir US$13 miliar di pasar internasional dan domestik. IMF memprediksikan ekonomi Arab Saudi berkontraksi 6,8 persen tahun ini. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co