Rahmah

Pencuri dalam Al-Qur'an Harus Dipotong Tangannya, Kenapa di Indonesia Dipenjara?

Pencuri dalam Al-Qur'an Harus Dipotong Tangannya, Kenapa di Indonesia Dipenjara?
Cerita miris caleg Indonesia, dari merampok sampai pencabulan (SHUTTERSTOCK)

AKURAT.CO Mencuri adalah perbuatan menguasai milik orang lain tanpa seizin orang yang memilikinya. Di dalam Al-Qur'an, orang yang mencuri hukumannya harus dipotong tangannya.

Allah SWT berfirman:

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

baca juga:

Artinya: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Maidah: 38).

Dalam hadisnya Nabi Muhammad SAW juga memberi penegasan akan hal tersebut. Beliau bersabda:

لَعَنَ اللهُ السَّارِقَ يسْرِقُ البَيْضَةَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ، وَيَسْرِقُ الحَبْلَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ

Artinya: “Allah melaknat pencuri yang mencuri sebuah telur, maka dia dipotong tangannya, dan pencuri yang mencuri sebuah tali, maka dia dipotong tangannya (pula).” (HR. Bukhari no. 2574).

Namun mengapa dalam hukum konstitusi kita orang yang mencuri tidak dipotong tangan dan hanya dipenjara setelah melalui proses persidangan dan lain sebagainya?

Menurut Muhammad Syahrur, penerapan hukuman bagi pencuri pada dasarnya dengan tujuan agar ada efek jera bagi para pelakunya. Dengan apapun hukumnya, yang urgen adalah adanya efek jera agar para pendiri tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Para ulama tafsir modern bahkan menafsirkan 'tangan' yang dipotong yang dimaksud dalam Al-Qur'an adalah 'potensi yang menjadikan seseorang bisa mencuri', seperti kemiskinan dan hal lain yang mendorong seseorang mencuri.

Dalam cara pandang maqashid al-syari'ah, Muhammad Tahir Ibn 'Asyur menyebut adanya ruksah (keringanan) dalam hukum kepada pencuri dengan tidak menggunakan potongan tangan, karena misalnya bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Sehingga boleh diganti dengan hukum lain yang tujuannya sama yakni memberi efek jera.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu