Tech

Pencetus Kebun Raya Indonesia, Begini Pesan Megawati untuk LIPI

Megawati Soekarnoputri berpesan kepada Kepala LIPI, Handoko, bahwa LIPI tidak hanya bertugas untuk mengoleksi


Pencetus Kebun Raya Indonesia, Begini Pesan Megawati untuk LIPI
Pencetus Kebun Raya Indonesia, Begini Pesan Megawati untuk LIPI (dok. LIPI)

AKURAT.CO Indonesia sebagai salah satu negara mega biodiversity di dunia, memiliki keanekaragaman hayati serta tingkat endemisme, atau tingkat keunikan ekologi, yang dapat dijadikan sebagai modal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai pencetus Kebun Raya Indonesia, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpesan kepada Kepala LIPI, Handoko, bahwa LIPI tidak hanya bertugas untuk mengoleksi. Tetapi juga harus bisa memanfaatkan, sehingga dapat memberikan nilai tambah biodiversitas hayati di Indonesia.

“Di masa Pandemi Covid-19, hasil penelitian obat-obatan dapat kita ambil dari alam. Ini membuktikan bahwa kekayaan hayati kita memiliki potensi ekonomi yang luar biasa dan dapat menjadi berlian di masa depan,” imbuh Handoko dilansir dari Lipi.go.id.

“Penelitian terkait biodiversitas dalam pemanfaatannya merupakan sebuah teknologi tinggi. Hal ini mendorong LIPI dalam tiga tahun belakangan untuk melakukan investasi besar-besaran di seluruh unit penelitian. Kami memfokuskan riset pada pemanfaatan dan eksplorasi senyawa tanaman dan potensi khusus pada tanaman obat. Hal ini juga menjadi perhatian oleh Ibu Megawati,” ujar Handoko.

Pada pembangunan di Kebun Raya Daerah, hampir semua kebun raya mempunyai taman tematik. Taman tematik tersebut diisi dengan tanaman obat yang merupakan tanaman endemi di daerah tersebut.

Saat ini, Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan, namun hanya 8.000 saja yang sudah dikenali. Dari jumlah tersebut, hanya 300 spesies yang sudah resmi menjadi tanaman obat, sementara hanya 30 spesies tanaman yang sudah menjadi obat resep dokter.

“Potensi tanaman obat Indonesia cukup luar biasa. Belum lagi yang di laut Muara bagian Jakarta Utara, daerah yang berpotensi untuk tanaman obat kanker,” imbuh Handoko.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co