Olahraga

Pencak Silat Harus Puas Tempati Peringkat 4

Tim pencak silat Indonesia berhasil menyumbangkan total 1 emas, 5 perak dan 3 perunggu.


Pencak Silat Harus Puas Tempati Peringkat 4
M Yachser Arafa (biru) turun di final kelas 55-60kg putra kontra pesilat Singapura Muhammad Hazim partai final di Bac Tu Liem Sport Center, Ha Noi. (Kredit Foto: NOC Indonesia/MP Media/Evan Andraws)

AKURAT.CO, Tim pencak silat Indonesia harus puas dengan raihan 1 emas, 5 perak dan 3 perunggu di ajang SEA Games Hanoi 2021. Hasil ini bahkan menempatkan Indonesia di peringkat 4 klasemen akhir.

Indonesia meraih tiga medali perak pada disiplin tarung lewat wakilnya, Khoriudin Mustakim (50-55kg putra), Muhamad Yachser Arafa (55-60kg putra), dan Ronaldo Neno (80-85kg putra) setelah dipaksa mengakui keunggulan lawan-lawannya di partai final yang berlangsung di Bac Tu Liem Sport Center, Ha Noi, Senin (16/5).

Hasil ini luar dugaan, mengingat Mustakim sebenernya memiliki kesempatan untuk mencuri emas saat bertanding kontra pesilat Malaysia, Muhammad Khairi Adib Azhar. Sebab, ia awalnya unggul dalam perolehan poin.

Posisi itu mampu dijaganya hingga satu menit jelang berakhirnya ronde ketiga. Tendangan Mustakim tidak sengaja mengenai leher Khairi, yang berujung robohnya pesilat Malaysia itu dan mendapat penanganan medis.

Setelah pertarungan dilanjutkan lagi, perolehan poin Mustakim dikurangi 10. Hal ini membuat skor menjadi 49-50 untuk keunggulan pesilat Malaysia. Dengan sisa waktu sekitar 10 detik, Mustakim berusaha menambah poin, sayang skor tetap tak berubah.

“Jadi Mustakim ada tiga kali dirugikan. Pertama, jatuh yang tidak disahkan (harusnya mendapat 3 poin), lalu diberi peringatan yang tidak perlu, serta pengurangan poin yang harusnya 5 jadi 10 poin,” kata pelatih pencak silat Indonesia, Indro Cipto.

Kekecewaan Indro makin bertambah karena kejadian serupa juga dialami anak latihnya Yachser yang bertemu pesilat Singapura Muhammad Hazim. Yaschser yang sudah unggul hingga ronde ketiga ini melakukan tendangan ke kepala lawan hingga terkapar.

Akibatnya, wasit langsung mendiskualifikasi Yascher tanpa adanya technical review dari VAR. Menurut Indro, keputusan wasit merugikan karena seharusnya anak latihnya cukup menerima pengurangan poin saja.

“Yachser melakukan tendangan karena lawan kondisinya sudah capek. Itu harusnya dapat peringatan, bukan diskualifikasi karena lawannya masih bisa berdiri, tangannya masih bergerak,” Indro menambahkan

Meski kecewa, Indro pasang badan untuk para pesilat Indonesia. Ia bertanggung jawab penuh dengan hasil yang diraih pada SEA Games kali ini.

Di lain sisi, Mustakim ternyata tidak bisa begitu saja melupakan kekalahannya pada laga final pencak silat SEA Games 2021 nomor tarung 50-55 kg putra. Ia merasa kecewa karena batal mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.

Mustakim mengaku serangan itu dilakukan secara tidak sengaja. Namun, ia tak bisa menyalahkan juri jika hal tersebut membuat poinnya dikurang.

“Pada menit-menit akhir, saya melakukan kesalahan. Ada gerakan (tubuh) naik dari lawan sehingga tendangan saya ikut naik,” kata Mustakim. “Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena belum bisa kasih yang terbaik buat merah putih.”

Raihan medali perak ini tentu tidak membuat Mustakim puas. Apalagi medali sejenis sudah pernah ia dapatkan pada SEA Games Filipina 2019. “Saya masih ingin medali emas SEA Games. Semoga bisa diraih pada edisi selanjutnya (2023),” tutupnya.