News

Pencairan JHT Kembali ke Aturan Lama, Pengamat: Ini Kemenangan Rakyat

Pencairan JHT Kembali ke Aturan Lama, Pengamat: Ini Kemenangan Rakyat
BPJS Ketenagakerjaan (Dok. Akurat.co)

AKURAT.CO, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menyambut baik pembatalan aturan dana jaminan hari tua (JHT) yang hanya boleh dicairkan saat pekerja berusia 56 tahun.

Ia menilai pembatalan aturan tersebut merupakan kemenangan bagi rakyat. Adapun acuan aturan yang digunakan akan kembali ke aturan lama, hal ini sesuai dengan Permenaker No.19 Tahun 2015.

"Kemenangan rakyat, peraturan JHT yang baru akhirnya dibatalkan, menunjukkan, perjuangan melawan ketidakadilan memang harus diperjuangkan tanpa lelah," tulis Anthony dalam akun Twitter-nya @anthonybudiawan dikutip Kamis (3/3/2022).

baca juga:

Di samping itu, Anthony menyayangkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang masih tetap menjabat sebagai menteri. Menurutnya, seharusnya Ida Fauziyah mundur dari jabatannya karena dinilai sudah tidak dapat legitimasi dari rakyat.

"Menteri ketenagakerjaan seharusnya mundur, karena sudah tidak dapat legitimasi dari rakyat," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan, akan melakukan revisi Permenaker Nomor 2 Tahun 2022. Aturan tersebut mendapatkan reaksi penolakan dari masyarakat karena pencairan dana JHT hanya dapat dilakukan setelah pekerja berusia 56 tahun.

Peraturan baru tersebut dipastikan oleh Ida belum berlaku efektif dan Permenaker No. 19 Tahun 2015 masih berlaku. Artinya, pekerja atau buruh yang ingin melakukan klaim JHT dapat menggunakan acuan terdahulu, termasuk bagi yang terkena PHK atau mengundurkan diri.

"Kami sedang melakukan revisi Permenaker No. 2 tahun 2022, insya Allah segera selesai. Kami terus melakukan serap aspirasi bersama Serikat Pekerja/Serikat Buruh, serta secara intens berkomunikasi dengan Kementerian/Lembaga," tegas dia dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Lebih lanjut, saat ini juga sudah mulai berlaku Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP bagi mereka yang ter-PHK. Program ini memiliki tiga manfaat yang dapat diperoleh oleh pesera JKP yakni manfaat uang tunai, akses terhadap informasi pekerjaan melalui situs pasker.id, serta pelatihan untuk skilling, upskilling maupun re-skilling. 

"Dengan demikian saat ini berlaku dua program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memproteksi pekerja/buruh yang kehilangan pekerjaan, yaitu berupa JHT dan JKP. Beberapa pekerja ter-PHK sudah ada yang mengklaim dan mendapatkan uang tunai dari program JKP," tegas dia.[]