Olahraga

Penangguhan Olimpiade Untungkan Persiapan Eko Yuli Bidik Emas


Penangguhan Olimpiade Untungkan Persiapan Eko Yuli Bidik Emas
Lifter Eko Yuli Irawan berusaha mengangkat beban saat pertandingan perebutan medali emas pada cabang olahraga (cabor) angkat besi kelas 61 kg di Stadion Rizal Memorial, di Ninoy Aquino Stadium, Manila, Filipina, Senin (12/2/2019). Eko Yuli berhasil mencatat angkatan snatch 140 kilogram dan 169 kilogram di clean and jerk sehingga berhasil meraih medali emas setelah mencatat total angkatan 309 kilogram. Disusul dua pesaingnya Thach Kim Tuan (Vietnam) dengan total angkatan 304 kilogram dan Muhammad (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Lifter terbaik Indonesia, Eko Yuli Irawan, menganggap penundaan Olimpiade Tokyo 2020 sebagai keuntungan baginya. Dengan usianya yang tak lagi di periode puncak, penundaan bisa memberinya waktu untuk bekerja menaikkan total angkatan demi mengejar medali emas di Olimpiade Tokyo yang akan dihelat tahun depan.

“Usia sekarang memang agak sedikit keteteran jadi butuh waktu lebih panjang. Di usia saya sekarang beda dengan usia 20-an, (di usia 20-an) latihan masih bisa digeber,” kata Eko di Jakarta, Kamis (8/5), sebagaimana dipetik dari Antara.

Eko sudah memastikan satu tiket cabang angkat besi di Olimpiade Tokyo yang bakal digelar pada 23 Juli–8 Agustus nanti. Namun, untuk mengejar emas ia setidaknya harus menaikkan catatan terbaiknya pada 310 kilogram mengejar rekor dunia milik lifter China, Li Fabin, yang menorehkan angkatan seberat 318 kilogram.

“Dengan penundaan satu tahun, anggap saja per dua bulan saya bisa menaikkan angkatan dua kilogram, jadi sampai sana (Olimpiade target) bisa tercapai, asalkan pembinaan Pelatnas tidak diputus,” ucap Eko.

Olimpiade Tokyo akan menjadi partisipasi keempat bagi Eko di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Sejauh ini, atlet kelahiran Metro, Lampung, 24 Juli 1989, yang berkiprah di kelas 61 kilogram itu baru bisa meraih perunggu dan perak.

Saat ini Eko lebih banyak menjalani hari-harinya di rumah dan tetap berlatih di Pelatnas PABBSI di Mess Kwini di Jakarta Pusat. Ia juga masih menanti kejuaraan yang saat ini masih ditangguhkan akibat pandemi virus corona (Covid-19).

“Saya enggak terlalu bermasalah (dengan pembatasan akibat wabah corona) karena saya biasanya juga tinggal di rumah,” kata Eko.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co