News

Penanganan Covid-19 Membaik, Masyarakat Jangan Euforia Dulu!

Pemerintah meminta masyarakat Indonesia tidak euforia atau perasaan gembira berlebihan hingga mengabaikan protokol kesehatan.


Penanganan Covid-19 Membaik, Masyarakat Jangan Euforia Dulu!
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan saat memberikan keterangannya terkait pencapain tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (18/10). Tiga Menteri hari ini memaparkan tentang Pengembangan Ekonomi Maritim dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Laut (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Pemerintah meminta masyarakat Indonesia tidak euforia atau perasaan gembira berlebihan hingga mengabaikan protokol kesehatan. Imbauan ini seiring terus membaiknya angka kasus aktif Covid-19 di Tanah Air.

"Pemerintah hari ini terus memohon kepada masyarakat agar sekali lagi tidak ber-euforia yang pada akhir mengabaikan segala bentuk protokol kesehatan yang ada," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui konferensi pers virtual, Jakarta, Senin (20/9/2021) sore.

Menurut Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali, apa yang dicapai bersama hingga hari ini, bukan bentuk euforia yang harus dirayakan. Sebab, kelengahan sekecil apapun yang dilakukan, pada akhirnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu kedepan.

"Dan pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan," tegas dia.

Lebih lanjut, kata Luhut, pandemi Covid-19 khususnya varian Delta ini telah memacu masyarakat untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan yang telah dijalani bersama.

Untuk itu, ia menuturkan, kesadaran dan keterlibatan serta dukungan semua pihak mutlak terus dibutuhkan selama pandemi ini masih berlangsung.

"Menjauhkan ego pribadi demi pulihnya negeri inilah yang sesungguhnya dibutuhkan saat ini," katanya.

"Saya tentunya tidak bosan mengajak agar kita semua terus memanjatkan doa sekaligus berupaya untuk tidak lengah dalam penerapan protokol kesehatan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali selama dua minggu ke depan. Keputusan ini berlaku mulai 21 September 2021 hingga 4 Oktober 2021.