Ekonomi

Pemula, Pahami 7 Langkah Sakti Investasi Saham Ini!

Berikut ini beberapa langkah jitu bagi para investor saham pemula.


Pemula, Pahami 7 Langkah Sakti Investasi Saham Ini!
Ilustrasi saham (Unsplash)

AKURAT.CO Anggapan tentang bermain saham itu sulit atau berisiko besar adalah hal kuno. Sekarang, bermain saham semakin mudah. Tidak hanya bisa dilakukan melalui genggaman tangan, bermain saham juga bisa dilakukan dengan modal kecil.

Tetapi memang, tak bisa dimungkiri bahwa masih banyak yang ragu berinvestasi saham karena belum tahu cara mendaftar atau mengawalinya. Berikut ini beberapa langkah jitu bagi para investor saham pemula.

1. Pahami cara kerja saham

Informasi tentang saham sudah banyak beredar di internet. Kamu bisa memilih informasi yang berbayar atau pun gratis. 

Jika kamu tidak terlalu suka membaca, kamu bisa melihat berbagai video yang diunggah di berbagai platform. Selain itu, kamu juga bisa membandingkan berbagai produk saham yang sudah di-review oleh profesional di berbagai kanal di berbagai platform.

2. Siapkan perencanaan keuangan

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk saham, kamu perlu menentukan tujuan investasi saham tersebut, apakah untuk tujuan jangka panjang atau jangka pendek.

Jika jangka panjang, maka akan lebih baik kamu memilih menabung saham. Jika jangka pendek, kamu bisa menjadi investor saham yang aktif melakukan jual beli. Pastikan, uang yang kamu gunakan adalah uang "menganggur" atau uang khusus investasi.

3. Buka rekening efek

Seperti halnya tabungan, saham juga butuh rekening. Jika rekening tabungan dibuka di kantor cabang bank, maka rekening saham dibuka di perusahaan sekuritas (kebanyakan bank di Indonesia juga sudah memiliki perusahaan sekuritas walaupun lokasinya berbeda). 

Beberapa perusahaan mewajibkan nasabahnya untuk melakukan pendaftaran secara offline dengan datang langsung ke lokasi, seperti BCA sekuritas, BNI sekuritas, Philip Sekuritas, Mirae Sekuritas dan lainnya. Tetapi, ada juga beberapa perusahaan sekuritas yang bisa dilakukan dengan cara online untuk melakukan pendaftaran rekening saham, seperti Mandiri sekuritas, IndoPremier dengan IpotGo.

4. Pahami profil perusahaan

Sebelum memutuskan untuk menanamkan modal di sebuah perusahaan, kamu harus mengenali profil perusahaan tersebut secara mendalam. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah fokus industri, produk, proses bisnis, konsumen atau klien, hingga pendirinya.

Untuk lebih mengetahui prospek perusahaan ke depannya, kamu juga bisa melihat respons dari perusahaan kepada pelanggan atau pelanggan ke perusahaan. Pastikan perusahaan tersebut memiliki deskripsi atau profil yang jelas dan track record yang baik.

5. Cek keuangan perusahaan

Cek performa perusahaan melalui laporan keuangan dari perusahaan tersebut sejak tiga hingga lima tahun ke belakang. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan adalah EPS, DER, ROA, ROE dan dividen.

EPS (Earning per Share) adalah nilai yang dihasilkan tiap lembar. Pastikan nilai EPS terus bertumbuh secara konsisten. DER (Debt to Equality Ratio) adalah rasion utang dibanding modal. Semakin kecil nilainya, perusahan tersebut semakin bagus sahamnya.

ROE (Return on Equity) dan ROA (Return on Asset) adalah potensi keuntungan. Jika nilai keduanya semakin tinggi, maka semakin bagus performanya. Selain itu, sebagai tambahan, kamu juga bisa mengecek dividen atau pembagian keuntungan perusahaan kepada pemilik saham.

6. Amati bisnis yang sedang berlangsung

Jika kamu sudah yakin dengan beberapa perusahaan, kamu juga harus mempertimbangkan tren bisnis yang sekarang sedang berlangsung. Sebagai contoh, PT Express Trasindo Utama (TAXI) telah disuspensi dari BEI (Bursa Efek Indonesia) karena bisnis tersebut sedang anjlok. Tetapi, ada beberapa perusahaan baru dengan nilai saham rendah yang sedang naik. Pergerakan tersebut dapat dibaca melalui berbagai informasi bisnis yang ada di internet.

7. Cermati histori performa

Selain profil perusahaan dan laporan keuangan perusahaan, kamu juga harus mempertimbangkan performa saham dari perusahaan tersebut sejak lima hingga 10 tahun ke belakang. Pasalnya, laporan keuangan dan profil fundamental perusahaan yang bagus belum tentu memiliki pergerakan saham yang positif atau aktif diperdagangkan.

Penyebabnya bisa dari industrinya yang kurang seksi, nama perusahaan yang kurang populer, atau memang trader Indonesia lebih suka gaya trading dengan jangka pendek. Kamu juga harus mengecek PER (Price to Earning Ratio) dari saham, semakin besar PER maka perusahaan tersebut akan memiliki potensi kenaikan yang terbatas. []