News

Pemudanya Dinilai Terlalu Feminin, China Ajukan Reformasi Pendidikan Jasmani

Pemudanya Dinilai Terlalu Feminin, China Ajukan Reformasi Pendidikan Jasmani


Pemudanya Dinilai Terlalu Feminin, China Ajukan Reformasi Pendidikan Jasmani
Dalam foto ini, para siswa laki-laki sedang mengikuti latihan mata di ruang kelas sekolah menengah di Nanjing, provinsi Jiangsu, 4 Juni 2007 (Xiao En/VCG)

AKURAT.CO, Kementerian Pendidikan China mengeluarkan kebijakan yang oleh banyak orang dinilai seksis. Melansir BBC hingga Sixth Tone, kementerian merilis pemberitahuan untuk meminta sekolah mereformasi pendidikan jasmaninya.

Instruksi tersebut mulai ada pada Kamis (28/1) lalu. Namun, hingga kini, kebijakan kementerian itu masih jadi perdebatan sengit. Terutama dilatarberlakangi keinginan otoritas China 'menangkal feminisasi' para pemudanya. Dengan kata lain, reformasi itu bertujuan untuk mendorong para pemuda China agar lebih 'jantan'.

Kementerian meminta sekolah untuk merekrut instruktur kelas gym yang menurut mereka lebih baik. Untuk itu, kementerian menyarankan sekolah agar mempekerjakan pensiunan atlet atau orang dengan latar belakang olahraga.

Selain itu, kementerian juga ikut mendesak sekolah untuk mengembangkan cabang olahraga tertentu, seperti sepak bola. Pasalnya, menurut kementerian, itu bisa 'menumbuhkan kejantanan siswa'.

Sebelumnya, otoritas China memang sudah terlihat memberi tanda terkait dengan kebijakan ini. Delegasi dari badan penasihat utama China, Si Zefu, misalnya, sempat mengklaim bahwa banyak pemuda China yang menjadi lemah dan pemalu.

Zefu juga mengatakan bahwa tanda-tanda 'femininisasi laki-laki' itu justru akan membahayakan bangsa China.

"Itu adalah femininisasi anak laki-laki. Tren feminisasi pemuda China ini, jika tidak dikelola secara efektif, niscaya akan membahayakan kelangsungan hidup dan perkembangan bangsa China," ucap Zefu pada Mei tahun lalu.

Zefu kemudian menyalahkan lingkungan rumah, terutama situasi di mana anak laki-laki dibesarkan oleh ibu atau nenek. Tak hanya itu, Zu juga tercatat ikut menyalahkan sejumlah selebriti pria, terutama yang menurutnya berperawakan tampan, terawat, dan berpenampilan layaknya bintang K-Pop.

Menurut Zefu, selebriti-selebriti itu justru telah membuat banyak anak enggan jadi tentara. Sehingga, Zu menyarankan agar sekolah bisa memainkan peran yang lebih besar dalam memastikan anak muda mendapatkan pendidikan yang seimbang.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co