News

Pemuda Asal China Berhasil Taklukkan Everest dengan Sepeda, Kok Bisa?


Pemuda Asal China Berhasil Taklukkan Everest dengan Sepeda, Kok Bisa?
Zhou Zhuangchen berhasil menaklukkan Everest dengan bersepeda (CyclingTips)

AKURAT.CO, Zhou Zhuangchen yang berumur 24 tahun ini berhasil menaklukkan gunung Everest dengan sepedanya, pada saat menyentuh garis akhir, ia langsung berlutut seakan tidak percaya bahwa dirinya bisa melakukannya.

Bukan berarti Zhou melakukan pendakian menggunakan sepeda, melainkan apa yang dilakukannya adalah sebuah tantangan yang bernama 'Everesting of Everest'. Sebuah tantangan yang mengharuskan pesepeda untuk tidak beristirahat dan menaklukkan tantangan mengayuh sepeda sepanjang 8.848 meter secara vertikal - setara ketinggian Everest – yang dilakukan hanya dalam satu kali perjalanan. Tanpa tidur dan tanpa istirahat.

Ide untuk mencoba 'Everesting of Everest' tercanangkan dua tahun sebelumnya. Shannon Bufton, pendiri Serk, sebuah perusahaan bersepeda di Beijing, telah mengatur tur sepeda ke Everest sejak 2014. Kemudian, pada tahun 2016, sebuah jalan baru yang dibangun oleh China mengarah langsung ke Everest Base Camp North secara resmi dibuka.

“Saya pikir ini adalah lokasi yang sangat bagus untuk melakukan tantangan tersebut, dengan jarak tempuh yang setara dengan gunung Everest ditambah pemandangan yang mengarah langsung ke Everest Base Camp North menjadi nilai yang terukur indahnya,” ujar Bufton seperti dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (21/8).

Zhou yang mendengar adanya tantangan ini merasa tertarik, tanpa pikir panjang ia langsung berkata “ya, aku siap” kepada Bufton.

Bufton langsung menyiapkan operasinya, dia memastikan untuk merekrut kru pendukung yang lebih besar, menyiapkan mesin kopi, peralatan pompa dan ruang untuk membetulkan sepeda apabila pesepeda memiliki masalah pada sepedanya.

Melintasi perbukitan yang curam, Zhou tidak menyerah dan benar-benar tanpa istirahat. Dengan lima lap tersisa Bufton mengatakan pada Zhou bahwa Everest akan menunjukkan pesonanya untuk mengucapkan selamat.

“Tinggal beberapa lap lagi, Everest akan menunjukan wajahnya dan mengucapkan selamat kepadamu,” ujar Bufton kepada Zhou.

Alam tidak pernah berbohong, ketika lap terakhir. Awan yang menutupi Everest mulai terbuka perlahan dan menunjukan pesonanya.

“Saya baru saja menangis. Saya hanya bertanya pada diri sendiri dan semua kru yang ada di sana: mengapa Everest memberi kami kesempatan untuk melakukan ini? ” ujar Zhou sembari terharu dan mengusap air matanya.

Perjuangan Zhou serta tantangan yang ekstrem ini tentu diperlukan keahlian khusus. Selamat kepada Zhou![]