News

Pemprov DKI Seleksi 160 UMKM Terbaik untuk Jualan Saat Balapan Formula E

Pemprov DKI mengundang 160 UMKM di Jakarta untuk mengikuti seleksi sebelum dilibatkan dalam penyelenggaraan balapan Formula E, Jakarta pada 4 Juni mendatang.


Pemprov DKI Seleksi 160 UMKM Terbaik untuk Jualan Saat Balapan Formula E
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dihadapan peserta seleksi UMKM terbaik. (Humas Pemprov DKI)

AKURAT.CO  Pemprov DKI mengundang 160 UMKM di Jakarta untuk mengikuti seleksi sebelum dilibatkan dalam penyelenggaraan balapan Formula E, Jakarta pada 4 Juni mendatang. Proses seleksi itu dilakukan di Jakarta Creative Hub (JCH), Jakarta Pusat. 

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, pihaknya telah mengundang sekitar 160 UMKM untuk mengikuti kurasi pada Rabu lalu (18/5/2022). Proses seleksi itu melibatkan Sebanyak 10 orang kurator bersertifikat untuk menyeleksi produk-produk terbaik dari UMKM tersebut

"Kita undang 160 UMKM terbaik untuk ikut kurasi, dan akan disaring lagi menjadi 100 UMKM terbaik untuk bisa menjual produknya di ajang Formula E Jakarta tanggal 4 Juni mendatang," kata Ratu dalam keterangannya, Minggu (22/5/2022). 

baca juga:

Ratu menambahkan, 160 UMKM yang diseleksi itu berasal dari Jakpreneur yang merupakan program UMKM binaan Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, lebih dari 300 ribu UMKM Jakpreneur sudah mulai menggunakan digitalisasi dalam mengembangkan usahanya.

UMKM yang nantinya lolos kurasi akan menggunakan QRIS sebagai metode pembayarannya. Sistem pembayaran QRIS Jakpreneur itu dia nilai akan lebih memudahkan transaksi. QRIS Jakpreneur juga bisa memonitor omset penjualan produk dari setiap UMKM pada ajang Formula E.

"Dengan adanya QRIS Jakpreneur, kami dapat memonitor perkembangan UMKM binaan, baik per event maupun jangka panjang. Sehingga, dapat membuat kebijakan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan UMKM,” tambahnya. 

Sementara itu, Penasehat Penyelenggaraan Formula E Jakarta, Faransyah Agung Jaya berharap pelaku UMKM binaan Jakpreneur dapat memaksimalkan ajang ini. Tak hanya untuk mendongkrak omset, tapi juga meningkatkan kualitas produk dan pengalaman berjualan di ajang internasional. 

"Setelah fasih dengan perangkat digital, pelaku UMKM juga mulai belajar untuk fasih berbahasa asing. Karena, pada Formula E ini, penonton dan panitia berasal dari mancanegara,” ujar Pria yang akrab disapa Coach Faran itu.

Perlu diketahui, sebanyak 100 UMKM, baik produk kering seperti keripik dan produk basah seperti masakan berkuah, akan mendapat tempat berjualan dengan fasilitas lengkap untuk melayani penonton Formula E tanpa dipungut biaya.